Archive for August, 2008

Nostalgila

Posted in Daily on August 19, 2008 by anurannisa

Ahad pagi berangkat ke Wanayasa, tengah-tengahnya dari Purwakarta n Bandung. Sama ma, pa, n kakak salsa. Dengan berat hati ikut karena pa maksa. Setelah sebelumnya dijanjikan ‘maenan’ baru, yang sudah lama saya idam-idamkan. Ma’acih pap! Di sepanjang perjalanan dalam kota, suasana adem ayem aja. Jalanan longgar, tidak ada tanda-tanda ada perlombaan besar. Di sebelah rumah juga ada lapangan, biasanya selalu ramai perlombaan, tapi tidak untuk tahun ini. Pada kemane neh warga Jakarte?

Keluar dari tol Cikampek, baru sedikit terasa perubahan. Mobil tidak bisa jalan karena ada pawai. Membentuk barisan sangat panjang dengan atribut yang bermacam-macam. Sampai tukang jualan makanan yang pake gerobak, semangat ikut-ikutan menghias barang dagangannya. Semua warga Purwakarta turun ke jalan. Padahal matahari lagi terik-teriknya. Salut juga deh, kalo saya mungkin mikir 2 kali mau panas-panasan kayak gitu. Oh ya, hari Sabtunya, saya juga lihat ada pawai, waktu ke rumah rekanannya ma di pedalaman Bojong Gede. (udah daerahnya Bojong Gede, di pedalemannya lagi…ga kebayang kan?) pawai yang ini berbeda, anak-anaknya pakai sarung dan baju ngaji. Karena pada malam hari, jadi masing-masing baris dilengkapi obor dari bambu. Cahaya dari obor itu membentuk garis panjang di tengah rumah penduduk yang minim lampu, seru! Anak-anaknya pada mudah diatur lagi, jadi tidak mengganggu pengguna jalan. Kalau di Jakarta mungkin jarang sekali ya ada yang seperti itu.

Lewat jalanan di Purwakarta, saya teringat pada waktu magang buat skripsi. Tepatnya, di PT. Spun Yarns Synthetics Indorama, Purwakarta, bagian safety. Kadang-kadang bantu orang pilokliniknya juga. Selama kurang lebih 3 bulan bolak-balik Depok-Purwakarta. Selama magang, saya harus rela tidak berorganisasi, hasilnya kena Thypus. Udah gitu ga bisa online lagi, I cant live without internet. Tapi skripsi saya akhirnya rampung juga. jadi, sekarang nostalgila gitu deh.

Sampe di tempat peristirahatan keluarga, sudah ada om dan tante yang dari Kebayoran. Udaranya sejuk banget. Airnya juga duingin. Tidurnya larut malam, dihabiskan dengan bermain gamehouse ‘Jewel Quest’ sama ma. Akhirnya terkena virus gamehouse juga dari ma yang maniak ng-games. Hasilnya memang jago-an ma. Ga bisa lomba balap karung n makan kerupuk, lomba games aja deh.

Paginya sudah harus pulang, karena masih ada liputan.

wont go home without you

Posted in fiction on August 19, 2008 by anurannisa

Every night you cry yourself to sleep
thinking: “Why does this happen to me?
why does every moment have to be so hard?”
hard to believe it
it’s not over tonight
just give me one more chance to make it right
I may not make it through the night
I won’t go home without you

Deadline ditemenin lagu ini. memang tidak baik menyimpan masalah lama-lama…

Tabayyun

Posted in religion on August 19, 2008 by anurannisa

Kenapa, Zaskia pake rok?

Loh…bukannya akhwat memang pake rok ya?

Eh, rok apa rokok seh?

Ini penting. Sebelum kita menerima berita, kita harus tabayyun, cek n ricek, konfirmasi, press conference atau apalah namanya…yang penting cari tahu dulu kebenarannya. Saya yang bergelut di bidang Jurnalistik sejak kuliah, diajarkan untuk mengunyah dahulu makanan sampai halus, merasakannya, bila enak ditelan, kalau tidak enak ya dibuang. Agar makanan tersebut berguna bagi tubuh dan tidak menyulitkan bagian pencernaan.

Read more »

orange dan hijau

Posted in Daily on August 19, 2008 by anurannisa

Abis dari dentist, ketemu dokter Mierza yang gaol abiesh…Sekarang belom waktunya kontrol behel, udah balik lagi ke dokter gigi, padahal baru seminggu yang lalu dateng. Ga PeDe! Seminggu yang lalu, waktu mo ganti karet behel dokternya bilang pengen warna apa? Saya jawab: “besok saya mo kondangan dok, pake baju warna orange dan hijau.” Yasudah, jadi mo warna orange dan hijau. Assistant dokternya, ka Hendra, ngusulin gigi atas bagian kanan berwarna orange dan bagian kirinya berwarna hijau. Lalu, gigi bawah bagian kanan berwarna hijau dan bagian kiri berwarna orange. Seperti membentuk silang gitu. Saya setuju, hasilnya wow…ngejreng banget. Selama seminggu pake karet behel gitu saya diliatin teman terus kalo ngomong. Jadi, ganti lagi deh seperti biasa, warna pink dan biru muda, pake nya di selang-seling.

ITSAR

Posted in religion on August 13, 2008 by anurannisa

Mendahulukan kepentingan saudaranya, berat memang. Sudah setahun ini saya berusaha untuk membiasakan dalam keseharian. Satu kali, saya sedang mengupas buah jeruk. Karena ingin Itsar, sebelum saya memakannya, terlebih dulu saya tawarkan ke teman-teman. Komentarnya: “kenapa ne? pasti asem deh, ko nawarin duluan.”

Hiks!

Apa yang saya lakukan memang masih jauh dibanding perbuatan para nabi dan sahabatnya. Zaman sudah semakin maju, dan memudahkan kita untuk melakukan sesuatu atau membantu orang lain. dalam sehari-hari mungkin bisa dipraktekan di angkutan umum untuk memberikan tempat duduk kepada yang lebih tua. atau mempersilahkan teman meminjam peralatan yang dibutuhkan. Dahulu ada cerita: seseorang bernama Masyruq mempunyai banyak hutang, begitu juga saudaranya yang bernama Khaitsamah. Lalu Masyruq pergi membayar hutang Khaitsamah, sedangkan Khaitsamah sendiri tidak tahu akan hal itu. kemudian, ada juga sebuah riwayat bahwa seorang khalifah pernah menyuruh untuk membunuh tiga orang shalih. Salah satunya mengajukan diri untuk dibunuh terlebih dulu. Khalifah terkejut, lalu orang shalih itu hanya menjawab: “aku senang mengutamakan saudaraku hidup pada saat-saat seperti ini.”

Read more »

olimpiade olahraga siswa nasional

Posted in education on August 13, 2008 by anurannisa

“We are the champions – my friends
And well keep on fighting – till the end -
We are the champions…we are the champions
No time for losers
cause we are the champions – of the world –“

LENGKINGAN suara Anik, siswi SLB Jawa Timur memenuhi ruangan Istora Senayan Jakarta, awal Agustus lalu. Lantunan lagu ”We are the Champion” milik grup musik legendaris Queen yang dia bawakan, seakan menggetarkan hati para peserts Olimpiade Olahraga Siswa Nasional dan undangan yang hadir pada acara pembukaan.
”Suasana sangat meriah sekali. Sangat luar biasa. Biasanya saya hanya lihat melalui televisi namun saat ini saya mengalami secara langsung,” kata Elvin Lampelulu, S.Pd. Guru SD Inpres 1 Kawatuna, official tim Sulawesi tengah.

Suasana meriah tampak di acara pembukaan. Ada penampilan rancak 100 orang cheerleaders yang menari, melompat, bersalto dengan lincah dan teratur di antara alunan musik dan gemerlap lampu warna-warni. Mereka adalah siswa-siswi SMP Jakarta.

Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo didampingi Ketua Umum KONI Rita Subowo membuka perhelatan yang rencananya akan digelar rutin setiap tahun. Raungan sirine menjadi tanda dimulainya ajang olahraga bergengsi tingkat nasional ini. Menteri sempat menyatakan kekagumannya atas meriahnya suasana pembukaan. “Hal ini membuktikan bahwa pendidikan bisa melakukan sesuatu yang menggetarkan,” kata Bambang.

Olimpiade olahraga ini di tahun sebelumnya dilaksanakan terpisah-pisah. Masing-masing jenjang menggelar sendiri-sendiri. Mulai tahun 2008 olimpiade digelar bersama, seperti halnya olimpiade sains nasional yang sejak 2004 digelar bersama untuk semua jenjang pendidikan. Kelebihan Olimpiade Olahraga ini juga diikuti siswa SMK dan Sekolah Luar Biasa (SLB).

”Atlet-atlet tersebut diharapkan menjadi atlet profesional yang bisa menjadi wakil Indonesia di berbagai ajang seperti SEA Games, ASIAN Games, dan sebagainya,” katanya.

Total peserta yang hadir sebanyak 5016 ini. Mereka wakil dari 33 provinsi yang datang dengan seragam masing-masing kontingen. “Mereka yang ikut di acara ini merupakan hasil seleksi yang diadakan mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten hingga provinsi. Peserta O2SN ini adalah para juara di tingkat provinsi,” kata Prof. Suyanto, Dirjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah.

Selain sebagai ajang mencari atlet handal Mendiknas mengatakan O2SN juga dimaksudkan untuk menjadi perekat NKRI. Kata Menteri di even ni siswa-siswi terbaik di bidang olahraga dari seluruh provinsi di Indonesia, berkumpul di Istora Senayan untuk silaturahmi dan berinteraksi secara multikultural. O2SN menjadi wahana pendidikan di bidang multikultural siswa-siswi bisa berinteraksi untuk saling mengenal, saling membangun jejaring agar terbiasa dengan pergaulan tingkat nasional. ”Melalui O2SN ini kami ingin bangun nasionalisme di bidang pendidikan, persatuan dan kesatuan Indonesia bisa makin kokoh melalui berbagai lomba yang ada melalui O2SN para peserta akan membawa nama baik sekolah,” kata Bambang.

MF ARIEF DAN ANURANNISA

SBI

Posted in education on August 11, 2008 by anurannisa

SBI atau Sekolah Bertaraf Internasional, saat ini diserbu oleh para orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya. SBI cream of the cream, sekolah ini memang sudah tersaring dari yang tersaring. Bisa digambarkan: dari 8.000 SMP yang ada di Indonesia, hanya 60 SMP yang masuk dalam kategori SBI, begitupula dengan SMA dan SMK, ada sekitar 18.000, yang akhirnya meraih gelar SBI hanya masing-masing 100 untuk SMA dan 100 untuk SMK. Total dari SMP, SMA, dan SMK ada 260 SBI.

Lalu, apa perbedaannya dengan sekolah biasa, bertaraf international. Ada 3 point yang harus diutamakan,

Read more »

Satu Sabtu

Posted in Daily on August 11, 2008 by anurannisa

Sudah satu bulan lebih saya tidak mengunjungi dua sepupu kecil yang ada di Bogor. Dulunya dua ‘tuyul’ ini tinggal di rumah, setelah sebelumnya bermukim di Medan. Pindah karena abangnya yang sulung meninggal terkena penyakit DBD. Ibunya, yang tak lain tante saya, tidak sanggup terus tinggal di rumah yang mengingatkannya pada si anak. Lagipula, jauh dari keluarga, yang mayoritas berada di Jakarta. Sedangkan mau balik ke rumah yang ada di Bogor, sudah terlanjur di kontrakan pada orang lain, sebelum mereka berangkat ke Medan.Masa jatuh temponya pun masih lama, sekitar 2 tahun. Jadilah, tante saya tinggal di rumah. Senang banget, soalnya jadi punya ‘maenan’ hidup. Apalagi saya tidak punya adik. Si bungsu, masih bayi dan kakaknya mau masuk TK kecil.

Read more »

Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh

Posted in fiction with tags on August 11, 2008 by anurannisa
Ksatria jatuh cinta pada Puteri bungsu dari kerajaan Bidadari
Sang Puteri naik ke langit
Ksatria kebingungan
Ksatria pintar naik kuda dan bermain pedang
Tapi tidak tahu caranya terbang
Ksatria keluar dari kastil untuk belajar terbang pada kupu-kupu
Tetapi kupu-kupu hanya bisa menempatkannya di pucuk pohon
Ksatria lalu belajar pada burung gereja
Burung gereja hanya mampu mengajarinya sampai ke atas menara
Ksatria kemudian berguru pada burung elang
Burung elang hanya mampu membawanya ke puncak gunung
Tak ada unggas bersayap yang mampu terbang lebih tinggi lagi
Ksatria sedih
Tapi tak putus asa
Ksatria memohon pada angin
Angin mengajarinya berkeliling mengitari bumi
Lebih tinggi dari gunung dan awan
Namun sang Puteri masih jauh di awang-awang
Dan tak ada angin yang mampu menusuk langit
Ksatria sedih dan kali ini putus asa
Sampai satu malam ada bintang jatuh
Yang berhenti mendengar tangis dukanya
Ia menawari ksatria untuk mampu melesat secepat cahaya
Melesat lebih cepat dari kilat dan setinggi sejuta langit dijadikan satu
Namun kalau Ksatria tak mampu mendarat tepat di Puterinya
Maka ia akan mati hancur dalam kecepatan yang membahayakan
Menjadi serbuk yang membedaki langit
Dan tamat
Ksatria setuju
Read more »

read-a-loud

Posted in children on August 7, 2008 by anurannisa

Read a Loud, semua tahu dalam bahasa Indonesia, artinya membaca keras. Dapat diperluas menjadi mendongeng, memang bukan hal yang asing lagi. Tapi kegiatannya yang menjadikannya langka. Coba saja tengok, dari sekian juta ibu yang mempunyai anak kecil, berapa jumlah yang sadar untuk menceritakan sebuah buku. Meluangkan waktu sejenak untuk menanamkan nilai budi pekerti dari sebuah cerita. Bila dijelajahi lebih dalam lagi, manfaatnya tidak hanya itu, melainkan banyak sekali, seperti merekatkan hubungan ibu dan anak, meningkatkan kontak batin, serta mengajarkan membaca anak mulai dari usia dini. Sudah ada penelitian yang menyebutkan bahwa anak yang terbiasa dibacakan buku cerita lebih cepat menulis dan membaca.

Dalam sebuah workshop yang saya ikuti, Reading Bugs, diberitahukan: sebaiknya mendongeng sudah dilakukan sejak bayi masih dalam kandungan. “Huah…emang tuh bayi bisa ngerti?” itu pertanyaan pertama dari saya yang terlontar, mungkin sama dengan apa yang ada di benak semua yang hadir. Tapi, ada kenyataan dari yang mencoba hal ini, ketika si anak mulai belajar berbicara, cerita pertama yang keluar dari mulutnya adalah dongeng yang selalu sang Ibu bacakan ketika sedang mengandungnya. Minimal calon jabang bayi bisa mendengar kalo ibunya sedang membacakannya sebuah cerita. Perasaan kasih sayang pasti akan menjalar, karena calon bayi merasa ia diperhatikan.

Read more »