Archive for November, 2008

selamat hari guru

Posted in education on November 28, 2008 by anurannisa

setiap tanggal 25 Nopember kita selalu merayakan hari guru.

saya cuma mau mencuplikan sedikit isi dari roman milik Pramudya, karya berjudul “Pasarmalam” bercerita tentang kegigihan seorang Ayah yang menjadi guru.

“…ayah sendiri pernah mendapat tawaran jadi anggota perwakilan daerah. Dan ayah menolak angkatan itu.”

“menolak? Bukankah itu suatu kesempatan baik untuk memperbaiki keadaan masyarakat?” aku bertanya.

“aku tidak tahu. Hanya saja ayah bilang begini, perwakilan rakyat? Perwakilan rakyat hanya panggung sandiwara. Dan aku tidak suka menjadi badut-sekalipun badut besar. Dan ayah tetap menolak. Ayah pun pernah mendapat tawaran jadi kordinator pengajaran untuk mengatur pengajaran untuk seluruh daerah Pati. Tapi ayah menolak juga dan bilang, tempatku bukan di kantor. Tempatku ada di sekolahan. Ya, barangkali pendiriannya yang seperti itu juga yang menyebabkan ayah tak mau meneruskan jadi pengawas sekolah, dan kembali menjadi guru. Dan ayah bilang juga, kita guru-guru di tanahair kita ini jangan sampai kurang seorang pun juga.”

“ya,” kataku tak bertujuan. (hal. 65)

—————————-

Semua adik-adikku duduk di bale di tentang ranjang ayah.

“aku tak mau jadi ulama,” sambung ayah dengan suara tegas. “aku mau jadi nasionalis,” diam lagi. “karena itu aku jadi guru.” Diam lagi. “membukakan pintu hati anak-anak untuk pergi ke taman–,” tertahan sebentar, “patriotisme. Dengar?”

“dengar, Bapak.”

“mengerti?”

“mengerti, bapak.”

“karena itu aku jadi nasionalis.” Diam sebentar lagi.

“berat, anakku,” diam lagi. “sungguh berat jadi seorang nasionalis.”

Namun olehku mata ayah bersinar sedikit. Dan aku menyahut:

“ya, bapak.”

“karena itu aku memilih jadi guru.”

“ya, bapak.”

“jadi lembaga bangsa.”

Hatiku mulai tersayat oleh kata-katanya yang akhir itu.

“tapi aku rela jadi nasionalis. Aku rela jadi qurban semua ini.”

Sekali ini aku tak bisa menahan hatiku lagi. Peganganku pada ayah kueratkan dan tersontaklah tangisku—(hal. 88)

menularkan semangat optomisme, dibalik banyak nya berita guru yang menyedihkan saat ini. seminggu ini saja saya sudah membaca 3 kasus guru yang melakukan perbuatan asusila terhadap anak muridnya. ehm…memprihatinkan.

tapi saya yakin, guru yang menghabiskan banyak pikiran dan tenaganya untuk kemajuan bangsa lebih banyak daripada itu. beberapa bulan yang lalu, dalam sehari saya mewawancarai 4 kepala sekolah dari berbagai propinsi. subhanallah! perjuangan nya luar biasa.

buat mba kie dan teman-temanku lainnya yang jadi guru, selamat hari guru.ketika seorang guru berangkat ke sekolah untuk mengajar, kemudian di tengah jalan ia meninggal, maka sama saja ia dengan orang yang mati berjihad.

Body of Lies

Posted in fiction on November 20, 2008 by anurannisa


hitam

Tiga pekan yang lalu, saya sama tante dan sepupu, nonton film Body of Lies. Nonton nya di Platinum Screen, sekali-kali nyobain selain XXI. Awalnya, memilih film ini karena alternatif lainnya milik Indonesia, yang rada2 ga jelas. Ternyata, saya dibikin setengah kaget sama film ini. Walaupun, sampe sekarang sebenernya saya belum paham betul jalan ceritanya. Sepanjang alur cerita, buanyak banget pertanyaan yang ada di kepala saya. Soalnya, ini film mikir dengan strategi politik tingkat tinggi. Nanya tante disebelah geleng2 ga tau. Sepupu cuma sibuk minum n ngemil, sambil sesekali menyela “kapan seh selesenya? Laper neh…” Jadilah saya terus mantengin layer sendirian, sampai lupa berkedip. Takut kehilangan gambar atau teks walau sedetik. Nanti tambah ga ngerti.

Film ini hasil arahan sutradara Ridley Scott, diadaptasi dari novel karya David Ignatius dengan judul yang sama. Yang udah pernah nonton Kingdom of Heaven (mengejutkan karena ternyata itu film produksi Hollywood), pasti udah ga asing sama hasil bikinan sutradara yang sama ini. Lokasi film di Washington DC, Eropa, Maroko, dan Timur Tengah, kayak Jordania, Amman, Irak. Membuat mata kita disuguhkan pemandangan yang indah banget. TEMPO bilang “lokasi geografi yang melompat-lompat dalam alurnya itu bagai labirin. Penonton diajak mengumpulkan fakta demi fakta yang disuguhkan, bukan menebak-nebak akhir film”

Sang pemain utama, Leonardo Dicaprio (masih inget kan?), sebagai Roger Ferris beda banget penampilannya ma sebelum2nya, kayak di Titanic atau Romeo n Juliet. Badannya lebih berisi dan dikasih jenggot. (jenggot apa janggut seh yang bener?). yang lebih menarik perhatian, Dicaprio dan Mark Strong, sebagai Hani Salaam, seorang bos departemen intelijen Yordania, melafalkan ayat-ayat Al-Quran dengan fasih. Dialog sederhana, seperti: assalamualaikum, syukron jazakillah, afwan, dengan lancarnya keluar dari bibir seorang Dicaprio.

Kisah pertemanannya dengan perempuan arab, yang jadi perawatnya juga tidak terkesan ‘aneh’ tapi tetap islami. Pemakaian alat teknologi canggih, mewarnai film ini. Satelit milik AS yang dapat menangkap gambar objek di bumi dengan ketelitian sangat tinggi. Penonton pasti berdecak kagum liat alat ini bekerja. Apalagi waktu Roger mau diculik pasukan Al-qaeda, ada trik yang benar2 pintar, sehingga AS kehilangan jejak.

Pada akhir film, kita dikasih liat ruang bawah tanahnya al-qaeda. Bagaimana penyiksaannya untuk tahanan. Saya jadi berpikir, apa ini leotermasuk film propaganda untuk Amerika? Aduh, jadi ngeri kalo ngomongin ginian.

Tapi, sampai lewat beberapa minggu, banyak teman saya protes, kalo film yang saya rekomendasiin ini tidak ada di bioskop.

…akhir perjalanan

Posted in motivation on November 20, 2008 by anurannisa

“Dari seluruh muslim yang ada
hanya sedikit yang sadar
dan dari sedikit yang sadar itu
lebih sedikit lagi yang berdakwah
dari jumlah yang sedikit dalam dakwah
lebih sedikit lagi yang berjuang
dan dari sedikit yang berjuang
hanya sedikit yang sabar
begitupula dari mereka yang sedikit dalam bersabar itu
lebih sedikit lagi yang sampai pada akhir perjalanan
(Hassan Al-Banna)

many thanks to many

Posted in Daily on November 20, 2008 by anurannisa

Dari kemaren ada beberapa teman yang nanya, “ko ga ada cerita ultah saya diblog” ini neh, baru di posting. Lagi males buka wordpress. Buat teman2, fans, sampe admirer (narsist banget) hehe…

12 teng (bener2 00.00 ga lewat walopun 1 detik), ozora telpon bilang happy b’day. Sambil setengah tidur saya bilang he eh…he eh…saya juga sebenernya ga inget dia ngomong apa? Abis panjang seh. Berhubung kecape’an siangnya abis ngurus suatu birokrasi, jadi ngantuk banget. Yang saya inget cuma kalimat ini: “neng, besok pagi sekitar 50.000 warga Jakarta tau kalo neng ultah,” saya masih he eh…he eh…aja. udah ditebak, photo saya pasti terpajang di satu koran ibukota, secara dia wartawannya. Di kolom “kirim salam” semua pembaca memang berhak mengirim photo dan ada salam nya gitu. Ini udah yang keberapa kali photo saya mejeng. Pas ultah saya setahun yang lalu juga begitu. Terakhir, dia bilang “neng ga ada komentar apa2?” hhhaaaa?…orang lagi ngantuk juga Z..zz..zzz (ga inget pa2 lagi).

Matahari masih bersiap-siap melakukan pekerjaannya, memberikan sinar kehidupan pada manusia, saya sudah bersujud, mengucap syukur. Abis itu keluarga mengucapkan selamat. Juga sms dan telp yang masuk dari teman dan saudara. Dari teman waktu masih pake celana kodok, SD, SMP, SMA, mpe sekarang, bespren saya yang sekarang lagi di Alaska, Fajar, juga masih pada inget, senangnya.

Diawali, saya ke basecamp HGN di setiabudi. Terus ditraktir makan sama pak Jamil (ko bukan saya yang nraktir ya pak) sama bang u-nooze n thio. Bang u-nooze udah ga bisa bilang “dasar bocah ingusan” ke saya, hehe…sekarang udah 23thn. Gara2nya, kalo siang lagi pada sibuk kerja, saya menginvite di conference. Setelah semuanya lengkap hadir kan pada nanya “ada apa ne?” dengan cuek saya jawab “cuma iseng” terus kabur. Temimg_04591an SMA saya, Galang, dari dulu sampe sekarang suka manggil “hey, anak singkong” (padahal lebih singkong dia) juga udah saya marahin. Terus ozora bilang “dasar bayi tua” ga boleh lagi.

Siangnya, ke Bookfair. Saya baru liat photo yang ada di koran dikasih ozora. ih…photo yang dipajang jelek, waktu pake yukata (baju tradisional jepang) di Japan Expo. Tadinya mo nraktir dia makan, soalnya waktu dia ultah kemaren, pas di hari H nya saya diajak makan. Dibela2in abis tarawihan. Tapi sumpeh, tuna melt sandwich nya paling enak yang pernah saya coba. Tapi karena waktunya udah mepet banget, enggak jadi deh.

bang ali telpon, ucapannya kaya kereta api, puanjang… “mudah2an bulan Desember jadi…” wuakakakaka gossip banget nfabolouz2441eh, dimarahin lagi loh!

Tadinya, mo nganterin sepupu saya, Deny dari Solo nonton konser Rihanna. 2 minggu sebelum konser, udah ngebujuk minta anterin. Padahal baru 2 album Rihanna yang saya dengar, dan hanya 1 lagu yang hapal. U can stand under my Umbrella… itu juga dibayarin bapaknya, kalo enggak seh males banget… halmahera bo! alias mahal. eh ternyata batal konser. Jadi saya bisa kuliah.

Ngumpul2 sama temen2 kampus, makan di Le’goso Cafe.

100_2330

Ndeph : jangan suka ngambek kalo telat.

Tika n Tiwi (Ti 2) hehe…: harus menjaga barang2 berharga kaya hp, uang, dll. Tapi sehari setelah tika ngomong gitu, besoknya hp saya ketinggalan di tasnya mba kie.

100_2348Teman2 satu kholaqoh ngasih supris dateng ke rumah ngasih something (tapi ga supris lagi, abis udah kompromi dulu ma mba kie). Ma, pa, Aa, Deny, n sepupu yang lain juga ngasih something, makasih. Makan2 sama keluarga di rumah. Tapi sayang ga ada papa, lagi ke Solo.

Dari seluruh rangkaian acara makan2, terakhir sama mba kie (hidden woman neh dimana2 ada) mba hesti, mba daru, mba yunis, mba yanti, icha, bang firman, bang ali, bang nando makan di semanggi. Thanks 4 all.

sv103750

Tapi, sepertinya masih banyak yang waitin’ list minta traktir…oh no! Kayaknya jatah traktir akan hangus setelah seminggu sesudah tanggal 14.

many…many…many…thanks…to…many…

my “Nopember” rain

Posted in Daily on November 18, 2008 by anurannisa

Depok, 14 Nopember 2008

22.25 wks (waktu kamar saya)

Diiringi oleh rintik hujan bulan Nopember, bagai denting piano nya Axl-guns and roses- yang nyanyiin Nopember Rain: When I look into your eyes…I can see a love restrained…*Hayah! Jadul banget gw…

23 tahun yang lalu, tepat di tanggal yang sama, untuk pertama kalinya saya menghirup udara dunia ini. Waktu lahir sempet dikira cowok, karna nangisnya kuenceng buanget (bakat alami jadi kondektur). Bikin pa lemes, karena mengira anaknya bakal cowok semua, tapi ternyata enggak.

Pokoknya, saya bersyukur sekali di usia ini sudah melakukan banyak hal yang bermanfaat. Mudah2an terus meningkat terus di segala aspek.

Planning untuk setahun kedepan, ga muluk2. asal dilakukan dengan sungguh2.

  1. Prioritaskan kuliah. Harus…harus…harus…bisa…bisa…bisa! kata Barack Obama, Yes We Can!
  2. Lebih disiplin sama diri sendiri. Target yang udah dibuat diselesaikan dengan baik: yaumiyan, baca, nulis, belajar, dll. Kayaknya judul buku The Power of Now cocok banget buat saya, yang suka menunda pekerjaan sampai mendekati deadline. Jangan males!
  3. Mau lebih mendengarkan kata2 pa n ma, hihihi…sebenernya bukan ga mau nurut, tapi biasanya saya berkeyakinan keputusan saya lebih baik, alias sok tau! Hoya, kalo di rumah, jangan cepet ngambek n ‘ngadat’ apalagi belakangan ini semenjak ma punya lebih banyak waktu dirumah, ko manjanya kelewatan seh. Sampe kadang ma kaget, saya bisa jadi reporter yang kemana2 sendiri. Soalnya kalo dirumah langsung berbalik 360 derajat.
  4. Bisa menyenangkan dan bermanfaat buat orang disekitar.
  5. Meminimalisir habbit.
  6. ketemu Mr. Right, kekekek…(langsung blushing gitu, pipinya merah) udah deh ga usah pada kasak-kusuk, dari tadi nungguin ini kan? Doa wajib dari hampir semua yang ngucapin. Saya seh cuma mo nyenengin yang pada heboh tuw. Suatu saat akan datang pangeran berkuda putih (yakin naik kuda?)

Terimakasih ya Allah, atas semuanya. Makes me have been thankfull all the time.

Saya teringat dengan sebuah hitung2an. Di satu toko ada yang menjual alat berisi oksigen seharga 21.500,- pemakaiannya bisa sampai 75 kali. Bila dihitung sama dengan 2,5 menit kita bernapas. Jadi, bila dihitung terus, 1 jam = 516.000, 1 hari = 12.384.000, dan 1 minggu = 4.484.240 lalu berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk 1 bulan, 1 tahun, dst… belum lagi air yang kita pakai. Perusahaan sebuah air minum bersih saja mematok harga untuk 1 galon sekitar 8-10ribu. Untuk shalat saja, sehari lima kali kita wajib menggunakan air. Belum untuk mandi, mencuci, memasak, dll. Sehari, seminggu, sebulan, setahun,…

Sedangkan, nikmat Islam yang telah Kau beri, jauh melebihi itu semua.

“Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, melainkan yang beriman dan beramal shaleh…” (Al-Ashr)