Archive for the healthy Category

lanjutan imunisasi

Posted in children, healthy on March 31, 2009 by anurannisa

jenis penyakit yang dapat ditangkal dengan 5 imunisasi dasar lengkap:

  1. Hepatitis B, penyakit yang dapat disebabkan oleh virus Hepatitis B, menyerang hati dan dapat bersifat mendadak atau menahun. virus ini bila menginfeksi bayi, sebagian besar akan menjadi kronis yang mengakibatkan pengerasan hati (Cirhosis hepatis) dan kanker hati (Hepato cellular carsinomata), serta mengakibatkan kematian. penularan, melalui darah yang masuk melalui alat suntik yang tercemar, hub seksual, atau melalui ibu yang terinfeksi hepatitis B ke bayi selama proses persalinan. gejala, selera makan hilang, rasa tidak enak di perut, mual sampai muntah, nyeri dan rasa penuh pada perut sisi kanan atas, demam tidak tinggi, kadang2 disertai nyeri sendi. setelah satu minggu timbul gejala, selaput mata dan kulit tubuh berwarna kuning dan air seni berwarna coklat.
  2. Tuberkulosis, penyakit batuk2 lama (kronis) yang disebabkan oleh basil tuberkulosis (Mycobacterium tuberculosa) yang menyerang paru, kelenjar, tulang, sendi, kulit, dan selaput otak (disebut juga batuk darah). penularan: melalui pernafasan (terhirup), bersin atau batuk (percikan air ludah) penderita. gejala: anak sering batuk dengan demam dalam waktu lama dan berkeringat pada malam hari. berat badan kurang, lesu, kelenjar leher membesar, kadang2 diikuti dengan koreng yang tidak sembuh2.
  3. Polio (poliomyelitis), penyakit yang disebabkan oleh virus polio. penularan: melalui makanan/minuman yang terkontaminasi atau tercemari tinja/kotoran manusia yang terinfeksi virus polio. gejala: lumpuh layuh mendadak, nyeri pada tungkai.
  4. Difteri, penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh racun yang dikeluarkan basil difteri (Corynecbacterium diphthereae). penyakit ini menimbulkan demam mendadak dan sakit pada tenggorokan dan hidung. penyakit difteri dapat menimbulkan komplikasi berupa gangguan pernapasan (sumbatan jalan nafas), kelumpuhan otot pernafasan, atau gangguan jantung. penularan: melalui pernafasan/udara (batuk/bersin). gejala: demam mendadak, radang pada tenggorokan, hilang nafsu makan, sakit waktu menelan, sesak nafas.
  5. Pertusis, menrupakan penyakit infeksi akut pada saluran pernafasan yang disebabkan oleh racun yang dikeluarkan basil pertusis (Bordetella pertusis). penyakit yang disebut juga batuk rejan atau batuk 100 hari ini, sering menimbulkan kematian karena radang paru-paru atau perdarahan otak. penularan: melalui udara (percikan ludah dari batuk/bersin penderita). gejala: bayi menderita batuk dan pilek, dengan hidung berair dan disertai panas. batuk tidak hilang walaupun sudah minum obat. malam hari batuk bertambah hebat, didahului dengan nafas dalam. batuk tidak dapat berhenti sampai diakhiri muntah. timbul perdarahan pada selaput mata dan menjadi bengkak.
  6. Tetanus, penyakit kejang yang disebabkan oleh racun yang dikeluarkan basil tetanus (Clostridium tetani). yang paling mudah terserang tetanus adalah bayi usia kurang dari 1 bulan. karena perawatan tali pusar setelah persalinan tidak steril dan ibunya belum pernah mendapat imunisasi TT. komplikasi tetanus adalah patah tulang akibat kejang, pneumonia, dan infeksi lain. penularan: melalui kotoran yang masuk ke dalam luka (tidak menular dari orang ke orang). gejala: tiba2 bayi tidak mau menyusu, ketika menyusu mulut nya seperti ikan, demam atau kejang.
  7. Campak, penyakit akut yang disebabkan oleh virus campak (Paramyxovirus viridae measles) bersifat sangat menular, yang menimbulkan demam dan merah2 pada kulit. penyakit ini berbahaya karena dapat menyebabkan komplikasi seperti radang paru dan otak. penularan: melalui udara pernafasan (percikan ludah penderita) dan kontak langsung. gejala: panas tinggi, mata merah dan sakit bila terkena cahaya, batuk atau pilek, serta timbul bercak2 merah pada kulit.

5 Imunisasi Dasar Lengkap

Posted in children, healthy on March 30, 2009 by anurannisa

bayisaya mau menulis ini karna ‘pesenan’ dari seseorang yang ingin menjadi ayah yang baik (InsyaAllah), special 4 u!

Imunisasi adalah upaya memberikan kekebalan aktif kepada seseorang dengan cara memberikan vaksin. dengan imunisasi, seseorang akan memiliki kekebalan terhadap penyakit. sebaliknya, bila tidak, akan mudah terkena penyakit infeksi berbahaya.

vaksin adalah produk biologis yang berasal dari virus, atau bakteri penyakit yang telah dilemahkan/dimatikan atau rekombinan, yang digunakan untuk menangkal penyakit. kehadiran vaksin dalam tubuh manusia akan mendorong reaksi perlawanan terhadap virus atau bakteri dari penyakit yang bersangkutan.

pada dasarnya semua orang perlu diimunisasi, terutama orang2 yang berisiko tinggi terkena penyakit, seperti: bayi, anak usia balita, anak sekolah, wanita hamil, wanita usia subur (WUS). ada 2 cara melakukan imunisasi yaitu, oral dan penyuntikan.

pemberian imunisasi yang terbaik adalah pemberian yang tepat jadual. bila tidak, perlindungan terhadap penyakit yang ingin ditangkal, menjadi tidak optimal.boleh ditunda, bila kondisi anak sedang sakit. bila anak sudah sehat segera lengkapi imunisasinya.

nah,  kelima jenis imunisasi yang harus diperoleh anak, yaitu:

  • BCG diberikan 1 kali (pada usia 1 bulan)
  • DPT diberikan 3 kali (pada usia 2,3,dan 4 bulan)
  • Polio diberikan 4 kali (pada usia 1,2,3, dan 4 bulan)
  • Campak diberikan 1 kali (pada usia 9 bulan)
  • Hepatitis B diberikan 1 kali (pada usia 0-7 hari)

apa yang dimaksud dengan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI)?

KIPI adalah kejadian sakit yang mungkin timbul setelah imunisasi. kejadian ini umumnya terjadi dalam masa satu bulan setelah imunisasi.

  1. BCG = setelah 2 minggu akan terjadi pembengkakan kecil dan merah di tempat suntikan. setelah 2-3 minggu kemudian pembengkakan menjadi abses kecil yang menjadi luka dengan garis tengah sekitar 10 mm. jangan diberi obat apapun, dan biarkan luka tetap terbuka. luka tersebut akan sembuh dengan sendirinya dan meninggalkan parut yang kecil.
  2. DPT = kadang2 bayi menderita panas setelah mendapat vaksin ini. tetapi panas ini umumnya akan sembuh dalam 1-2 hari. sebagian bayi merasa nyeri, sakit, merah atau bengkak di tempat suntikan. sedangkan sebagian bayi lainnya tidak. keadaan ini tidak berbahaya dan tidak perlu pengobatan, akan sembuh sendiri.
  3. Polio = tidak ada efek samping
  4. Campak = anak mungkin panas pada hari ke 5-12 sesudah suntikan. kadang2 disertai kemerahan pada kulit seperti campak. hal ini adalah gejala penyakit campak ringan dan umumnya setelah 1-2 hari akan hilang.
  5. Hepatitis B = tidak ada efek samping

apa yang perlu disampaikan kepada ibu yang anaknya demam setelah diimunisasi?

  • lebih sering meneteki (ASI) dari biasanya, untuk menjamin bayi/anak menerima cukup zat cair.jika bayi berusia lebih dari 6 bulan boleh diberi tambahan air minum.
  • memberikan obat penurun panas dengan dosis sesuai anjuran dokter.
  • mengompres dahi bayi dengan menggunakan kain yang dibasahi air hangat.
  • membawa bayi ke dokter atau layanan kesehatan jika demam berlanjut.