Archive for the motivation Category
…akhir perjalanan
Posted in motivation on November 20, 2008 by anurannisaGiven
Posted in motivation with tags motivation on August 7, 2008 by anurannisaPprraanngg…! Bunyi benda pecah belah membuat saya menoleh ke arah suara. Disana mematung seorang yang sengaja saya suruh untuk memindahkan meja. Semua alat-alat praktikum mikrobiologi yang sudah saya susun dan takar volumenya sesuai kebutuhan tergeletak tidak karuan di lantai. Sebagian ada yang tumpah dan pecah, walaupun tidak semuanya. Saya terdiam beberapa detik, lalu ikut membantu membersihkan. Orang yang memindahkan meja tadi sibuk meminta maaf sambil melarangku ikut turun tangan membersihkan.
Marahkah saya? Kesalkah saya? Sedihkah saya? Alhamdulillah…segala puji untuk Allah, secara manusiawi perasaan tidak mengenakkan otomatis merambat, tapi jangan sampai mengakar. Yang saya lakukan hanya menutup mulut. Sikap itu saya pilih karena saya sadar sesadar sadarnyanya dan seyakin yakinnya bahwa semua ini sudah menjadi ketetapan-Nya. Dan masih dalam keadaan sadar dan yakin itu juga saya tahu ketetapan-Nya tidak mungkin buruk. Bukankah Allah sudah menjanjikan setelah kesulitan pasti ada kemudahan. Terucap sebanyak dua kali dalam surat Al-Insyirrah. Allah selalu menepati janji-Nya untu
k perkataan yang sangat sedikit sekalipun.
Fa inna maal usri yusron, inna maal usri yusron
Sejenak saya merenung, shalat 5 waktu wajib, puasa sunnah sudah, Qiyyamul lail diupayakan terus, membagi berkah harus. Dan akhirnya saya semakin yakin, bahwa Allah pasti akan terus menguji setiap hamba-Nya, walaupun kita sudah merasa beriman. Dalam QS. Al-Ankabut:2 ”Apakah manusia itu mengira mereka dibiarkan saja mengatakan ”kami telah beriman’ sedang mereka tidak diuji lagi?
I’am The Winner
Posted in motivation with tags motivation on August 6, 2008 by anurannisa
kita semua adalah pemenang. Kita ibarat pelari yang memenangi kejuaraan atletik tingkat massal. Bagaimana tidak massal, kalo pesertanya saja jumlahnya ribuan. Percaya tidak, bila yang berdiri diatas podium kemenangan adalah diri kita, disaksikan oleh seluruh peserta yang ikut. Penjelasannya begini, kita yang masih berbentuk sel sperma, sedang bersiap-siap di garis perlombaan lari bersama ribuan pesaing lainnya. Saya, atau anda yang saat itu sedang mengambil start lari, entah memakai nomor punggung berapa? Ketika pluit ditiup, seluruh peserta berlari sekencang-kencangnya menuju garis finish.
Ditengah perjalanan, tidak sedikit yang berhenti. Merasa kecape-an, tidak bersemangat lagi, dan akhirnya menyerah. Calon pribadi yang tidak tangguh. Tapi, lihat! Kita, yang pada saat itu sedang berjuang, terus berusaha mencapai titik akhir. Tidak peduli dengan banyaknya yang tertinggal atau tumbang di tengah jalan. Tujuannya hanya menyusul lawan di depan dengan optimis dan yakin bisa menjadi juara pertama. Mendapatkan hadiah berupa sel telur. Sesuatu yang tidak ternilai harganya dari tempat yang paling terjaga. Dilindungi oleh rahim yang menjaga dengan nyaman.
Mencapai garis finish, hanya beberapa gelintir saja yang tersisa. Sesaat lagi akan diketahui, siapa akan menjadi yang terbaik? Pemenang pilihan dari hasil perlombaan yang sportif. Tidak ada intervensi dari manapun. Benar-benar usaha yang tidak mengenal lelah. Di ujung jalan, sudah terlihat sel telur memancarkan cahayanya. Garis akhir hanya tinggal beberapa langkah lagi, and the winner is u! hurray, ure the best.
Pemenangnya adalah saya, kamu, kita yang ada didunia. Sebenarnya telah melewati suatu perlombaan akbar. Mendapat kesempatan untuk melihat keindahan ciptaan Allah dan mensyukuri segala ciptaan-Nya. Kita adalah pilihan yang ditunjuk Allah untuk menjadi khalifah-Nya di bumi, mengalahkan kandidat lain.
Mengapa setelah menjadi pemenang, kita lebih sering berputus asa, mengeluh, dan menyerah? Padahal kita adalah yang terbaik.
