<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Anurannisa's Weblog</title>
	<atom:link href="http://anurannisa.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://anurannisa.wordpress.com</link>
	<description>now is Reader n Writer, tomorrow is a Leader</description>
	<lastBuildDate>Sun, 01 Nov 2009 02:48:36 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='anurannisa.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/c3ba953fab97a21f52c899dc84d5ea00?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Anurannisa's Weblog</title>
		<link>http://anurannisa.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Kalabendu</title>
		<link>http://anurannisa.wordpress.com/2009/11/01/kalabendu/</link>
		<comments>http://anurannisa.wordpress.com/2009/11/01/kalabendu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 02:34:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anurannisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[fiction]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anurannisa.wordpress.com/?p=442</guid>
		<description><![CDATA[sebagai bahan perenungan&#8230;
Penyair besar Ronggowarsito, di pertengahan abad 19, menggambarkan
zaman pancaroba sebagai &#8220;Kalatida&#8221; dan &#8220;Kalabendu&#8221;.

Zaman &#8220;Kalatida&#8221; adalah zaman ketika akal sehat diremehkan. Perbedaan
antara benar dan salah, baik dan buruk, adil dan tak adil, tidak
digubris. Krisis moral adalah buah dari krisis akal sehat. Kekuasaan
korupsi merata dan merajalela karena erosi tata nilai terjadi di
lapisan atas dan bawah.
Zaman [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anurannisa.wordpress.com&blog=4428623&post=442&subd=anurannisa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>sebagai bahan perenungan&#8230;</p>
<p><em>Penyair besar Ronggowarsito, di pertengahan abad 19, menggambarkan</em><br />
<em>zaman pancaroba sebagai &#8220;Kalatida&#8221; dan &#8220;Kalabendu&#8221;.</em><br />
<img class="alignnone size-full wp-image-444" title="r" src="http://anurannisa.files.wordpress.com/2009/11/r.jpg?w=108&#038;h=141" alt="r" width="108" height="141" /><br />
Zaman &#8220;Kalatida&#8221; adalah zaman ketika akal sehat diremehkan. Perbedaan<br />
antara benar dan salah, baik dan buruk, adil dan tak adil, tidak<br />
digubris. Krisis moral adalah buah dari krisis akal sehat. Kekuasaan<br />
korupsi merata dan merajalela karena erosi tata nilai terjadi di<br />
lapisan atas dan bawah.</p>
<p>Zaman &#8220;Kalabendu&#8221; adalah zaman yang mantap stabilitasnya, tetapi alat<br />
stabilitas itu adalah penindasan. Ketidakadilan malah didewakan.<br />
Ulama-ulama menghianati kitab suci. Penguasa lalim tak bisa ditegur.<br />
Korupsi dilindungi. Kemewahan dipamerkan di samping jeritan kaum<br />
miskin dan tertindas. Penjahat dipahlawankan, orang jujur ditertawakan<br />
dan disingkirkan.</p>
<p><span id="more-442"></span></p>
<p>Gambaran sifat dan tanda-tanda dari &#8220;Kalatida&#8221; dan &#8220;Kalabendu&#8221;<br />
tersebut di atas adalah saduran bebas dari isi tembang aslinya. Namun<br />
secara ringkas bisa dikatakan bahwa &#8220;Kalatida&#8221; adalah zaman edan,<br />
karena akal sehat diremehkan, dan &#8220;Kalabendu&#8221; adalah zaman hancur dan<br />
rusaknya kehidupan karena tata nilai dan tata kebenaran<br />
dijungkir-balikkan secara merata.</p>
<p>Lalu, menurut Ronggowarsito, dengan sendirinya, setelah &#8220;Kalatida&#8221; dan<br />
&#8220;Kalabendu&#8221; pasti akan muncul zaman &#8220;Kalasuba&#8221;, yaitu zaman stabilitas<br />
dan kemakmuran.</p>
<p>Apa yang dianjurkan oleh Ronggowarsito agar orang bisa selamat di masa<br />
&#8220;Kalatida&#8221; adalah selalu sadar dan waspada, tidak ikut dalam permainan<br />
gila. Sedangkan di masa &#8220;Kalabendu&#8221; harus berani prihatin, sabar,<br />
tawakal dan selalu berada di jalan Allah sebagaimana tercantum di<br />
dalam kitab suciNya. Maka nanti akan datang secara tiba-tiba masa<br />
&#8220;Kalasuba&#8221; yang ditegakkan oleh Ratu Adil.</p>
<p>Ternyata urutan zaman &#8220;Kalatida&#8221;, &#8220;Kalabendu&#8221;, dan &#8220;Kalasuba&#8221; tidak<br />
hanya terjadi di kerajaan Surakarta di abad ke 19, tetapi juga terjadi<br />
di mana-mana di dunia pada abad mana saja. Di Yunani purba, di<br />
Romawi,, di Reich pertama Germania, di Perancis, di Spanyol, Portugal,<br />
Italia, Iran, Irak, India, Russia, Korea, Cina, yah di manapun,<br />
kapanpun. Begitulah rupanya irama &#8220;wolak waliking zaman&#8221; atau &#8220;timbul<br />
tenggelamnya zaman&#8221;, atau &#8220;pergolakan zaman&#8221;. Alangkah tajamnya<br />
penglihatan mata batin penyair Ronggowarsito ini!</p>
<p>Republik Indonesia juga tidak luput dari &#8220;pergolakan zaman&#8221; serupa<br />
itu. Dan ini yang akan menjadi pusat renungan saya pagi ini.</p>
<p>Namun sebelum itu perkenankan saya mengingatkan bahwa menurut teori<br />
chaos dari dunia ilmu fisika modern diterangkan bahwa di dalam chaos<br />
terdapat kemampuan untuk muncul order, dan kemampuan itu tidak<br />
tergantung dari unsure luar. Hal ini sejajar dengan pandangan penyair<br />
Ronggowarsito mengenai &#8220;Kalasubo&#8221;. Kata Ratu Adil bukan lahir dari<br />
rekayasa manusia, tetapi seperti ditakdirkan ada begitu saja.<br />
Kesejajaran teori chaos dengan teori pergolakan zamannya Ronggowarsito<br />
menunjukkan sekali lagi ketazaman dan kepekaan mata batinnya.</p>
<p>Melewati pidato ini saya persembahkan sembah sungkan saya yang khidmat<br />
kepada penyair besar ronggowarsito.</p>
<p>Kembali pada renungan mengenai gelombang &#8220;Kalatida&#8221;, &#8220;Kalabendu&#8221; dan<br />
&#8220;Kalasuba&#8221; yang terjadi di Republik Indonesia.</p>
<p>Usaha setiap manusia yang hidup di dalam masyarakat, kapanpun dan di<br />
manapun, pada akhirnya akan tertumbuk pada &#8220;Mesin Budaya&#8221;. Adapun<br />
&#8220;Mesin Budaya&#8221; itu adalah aturan-aturan yang mengikat dan dan<br />
menimbulkan akibat. Etika umum, aturan politik, aturan ekonomi. Dan<br />
aturan hukum, itu semua adalah aturan-aturan yang tak bisa dilanggar<br />
begitu saja tanpa ada akibat. Semua usaha manusia dalam mengelola<br />
keinginan dan keperluannya akan berurusan dengan aturan-aturan itu,<br />
atau &#8220;Mesin Budaya&#8221; itu.</p>
<p>&#8220;Mesin Budaya&#8221; yang berdaulat rakyat, adil, berperikemanusiaan, dan<br />
menghargai dinamika kehidupan, adalah &#8220;Mesin budaya&#8221; yang mampu<br />
mendorong daya hidup dan daya cipta anggota masyarakat dalam Negara.<br />
Tetapi &#8220;Mesin budaya&#8221; yang berdaulat penguasa, yang menindas dan<br />
menjajah, yang elitis dan tidak populis, sangat berbahaya untuk daya<br />
hidup daya cipta bangsa.</p>
<p>Didalam masyarakat tradisional yang kuat hukum adatnya, rakyat dan<br />
alam lingkungannya hidup dalam harmoni yang baik, yang diatur oleh<br />
hukum adat. Selanjutnya hukum adat itu dijaga oleh para tetua adat<br />
atau dewan adat. Kemudian ketika hadir pemerintah, maka pemerintah<br />
berfungsi sebagai pengemban adat yang patuh kepada adat. Jadi hirarki<br />
tertinggi di dalam ketatanegaraan masyarakat seperti itu adalah hukum<br />
adat yang dijaga oleh dewan adat. Kedua tertinggi adalah pemegang<br />
kekuasaan pemerintahan. Sedangkan masyarakat dan alam lingkungannya<br />
terlindungi di dalam lingkaran dalam dari struktur ketatanegaraan</p>
<p>Dengan begitu kepentingan kekuasaan asing, yang politik ataupun yang<br />
dagang, tak bisa menjamah masyarakat dan alam lingkungannya tanpa<br />
melewati kontrol hukum adat, dewan adat dan penguasa pemerintahan.<br />
Itulah sebabnya masyarakat serupa itu sukar dijajah oleh kekuasaan asing.</p>
<p>Ditambah lagi kenyataan bahwa masyarakat dan alam lingkungan yang bisa<br />
hidup dalam harmoni baik berkat tatanan hukum yang adil, pada akhirnya<br />
akan melahirkan masyarakat yang mandiri, kreatif dan dinamis karena<br />
selalu punya ruang untuk berinisiatif. Begitulah daulat hukum yang<br />
adil akan melahirkan daulat rakyat dan daulat manusia. Syahdan, rakyat<br />
yang berdaulat sukar dijajah oleh kekuasaan asing.</p>
<p>Memang pada kenyataannya suku-suku bangsa di Indonesia yang kuat<br />
tatanan hukum adatnya, tak bisa dijajah oleh V.O.C. Dan juga sukar<br />
dijajah oleh pemerintah Hindia Belanda. Suku-suku itu baru bisa<br />
ditaklukkan oleh penjajah pada abad 19, setelah orang Belanda punya<br />
senapan yang bisa dikokang, senapan mesin dan dinamit. Sedangkan<br />
Sulawesi Selatan baru bisa ditaklukkan pada tahun 1905, Toraja 1910,<br />
Bali 1910 dan Ternate 1923 serta Ruteng 1928.<br />
Sedangkan pada suku bangsa yang masyarakat dan alam lingkungannya,<br />
tidak dilindungi oleh hukum adat, rakyatnya lemah karena tidak<br />
berdaulat, yang berdaulat cuma rajanya. Hukum yang berlaku adalah apa<br />
kata raja. Kekuasaan asing dan para pedagang asing bisa langsung<br />
menjamah masyarakat dan alam lingkungannya asal bisa mengalahkan<br />
rajanya atau bisa bersekutu dengan rajanya.</p>
<p>Kohesi rakyat dalam masyarakat adat kuat karena bersifat organis.<br />
Itulah tambahan keterangan kenapa mereka sukar dijajah. Sedangkan<br />
kohesi rakyat dalam masyarakat yang didominasi kedaulatan raja semata<br />
sangat lemah karena bersifat mekanis. Karenanya rentan terhadap<br />
penjajahan. Begitulah keadaan kerajaan Deli, Indragiri, Jambi,<br />
Palembang, Banten, Jayakarta, Cirebon, Mataram Islam, Kutai, dan<br />
Madura. Gampang ditaklukkan oleh V.O.C. Sejak abad 18 sudah terjajah.<br />
Para penjajah bersekutu dengan raja, langsung bisa mengatur kerja<br />
paksa dan tanam paksa. &#8220;Kalatida&#8221; dan &#8220;Kalabendu&#8221; melanda negara.</p>
<p>Ketika Hindia Belanda pada akhirnya bisa menaklukkan seluruh<br />
Nusantara, maka yang pertama mereka lakukan ialah dengan<br />
meng-erosi-kan hukum adat-hukum adat yang ada. Para penjaga adat diadu<br />
domba dengan para bangsawan di perintahan sehingga dengan melemahnya<br />
adat, melemah pulalah perlindungan daulat rakyat dan alam<br />
lingkungannya. Selanjutnya penghisapan kekayaan alam bisa lebih bebas<br />
dilakukan oleh para penjajah itu.</p>
<p>Di zaman penjajahan itu hukum adat yang sukar dilemahkan adalah yang<br />
ada di Bali karena hubungannya dengan agama dan pura, dan yang ada di<br />
Sumatra Barat karena hubungan dengan syariat dan kitab Allah.</p>
<p>Tata hukum dan tata negara sebagai &#8220;Mesin Budaya&#8221;, di zaman penjajahan<br />
Hindia Belanda menjadi &#8220;Mesin Budaya&#8221; yang buruk bagi kehidupan<br />
bangsa. Karena tata hukum dan tata Negara Hindia Belanda memang<br />
diciptakan untuk kepentingan penjajahan.<br />
Maka ketika membangun negara, pemerintah Hindia Belanda juga tidak<br />
punya kepentingan untuk memajukan bangsa, melainkan membangun untuk<br />
bisa menghisap keuntungan sebanyak-banyaknya untuk kepentingan<br />
kemakmuran dan kemajuan Kerajaan Belanda di Eropa.</p>
<p>Industrialisasi dilakukan dengan mendatangkan modal asing yang bebas<br />
pajak, alat berproduksi juga didatangkan dari luar negeri dengan bebas<br />
pajak, dan bahan baku juga diimport dengan bebas pajak pula, kemudian<br />
pabrik yang didirikan juga bebas dari pajak berikut tanahnya. Yang<br />
kena pajak cuma keuntungannya. Itupun boleh ditransfer keluar negeri.<br />
Jadi devisa terbuka! Alangkah total dan rapi pemerintah Hindia Belanda<br />
membangun &#8220;Mesin Budaya&#8221; penghisapan terhadap daya hidup rakyat dan<br />
kekayaan alam lingkungan Indonesia. Semuanya itu di kokohkan dengan<br />
&#8220;Ordonansi Pajak 1925&#8243;.</p>
<p>Setelah Indonesia Merdeka, ternyata cara membangun Hindia Belanda<br />
masih terus dilestarikan oleh elit politik kita. &#8220;Ordonansi Pajak<br />
1925&#8243; hanya dirubah judulnya menjadi &#8220;Undang-undang Penanaman Modal<br />
Asing&#8221;. Sehingga sampai sekarang kita sangat tergantung pada modal<br />
asing. Pembentukan modal dalam negeri serta perdagangan antar desa dan<br />
antar pulau tidak pernah dibangun secara serius.<br />
Pembentukan sumber daya manusia hanya terbatas sampai melahirkan<br />
tukang-tukang, mandor dan operator. Kreator dan produsir tak nampak<br />
ada. Mengkonsumsi teknologi yang dibeli disamakan dengan ambil alih<br />
teknologi.</p>
<p>Bagaimana mengembangkan sumber daya manusia tanpa menggalakkan<br />
lembaga-lembaga riset sebanyak-banyaknya! Tanpa riset kita hanya akan<br />
menjadi konsumen dalam perkembangan ilmu pengetahuan.</p>
<p>Dan juga melengahkan pembentukan industri hulu, seperti penjajah tempo<br />
dulu, itu tidak bisa diterima. Sangat menyedihkan bahwa pabrik baja<br />
kita ternyata tidak bisa mengolah bijih baja. Bisanya hanya mendaur<br />
ulang besi tua.</p>
<p>Akibat dari tidak adanya industri hulu, industri kita di hampir semua<br />
bidang: pesawat terbang,mobil, sepeda, obat batuk hitam, obat flu,<br />
cabe, kobis, padi , jagung, ayam potong, dll, dll, dll, semua<br />
assembling! Alat berproduksi dan bahan bakunya diimport!</p>
<p>Dan selagi kita belum mempunyai kemampuan menghasilkan mesin-mesin<br />
berat dan tenaga-tenaga manusia tingkat spesialis yang cukup<br />
jumlahnya, pemerintah kita, sejak zaman Orde Baru, telah menjual modal<br />
alam. Akibatnya yang memperoleh keuntungan besar adalah modal asing<br />
yang memiliki teknologi Barat dan tenaga-tenaga spesialis. Alam dan<br />
lingkungan rusak karena kita memang tak berdaya menghadapi kedahsyatan<br />
kekuatan modal asing.</p>
<p>Ketergantungan pada modal asing, pinjaman dari negeri-negeri asing dan<br />
bantuan-bantuan asing, menyebabkan pemerintah kita, dari sejak zaman<br />
Orde Baru, bisa tersesat ke dalam politik pertanian dan pangan dari<br />
lembaga-lembaga asing dan perusahaan-perusaha an multi nasional.</p>
<p>Dengan kedok &#8220;Revolusi Hijau&#8221; kekuatan asing bisa meyakinkan bahwa<br />
kita harus meningkatkan swadaya pangan. Dan tanpa ujung pangkal akal<br />
sehat, pemerintah Orde Baru menetapkan bahwa swadaya pangan itu pada<br />
intinya adalah swadaya beras. Seakan-akan dari Sabang sampai Merauke<br />
beras menjadi makanan utama, dan tanah dari Sabang sampai Merauke bisa<br />
ditanami beras. Dan solusi yang diambil untuk mengatasi kenyataan<br />
bahwa tanah yang bisa ditanami padi itu terbatas, maka para pakar<br />
asing menasehati agar ada intensifikasi pertanian padi, artinya:<br />
importlah bibit padi hibrida! Bibit asli terdesak dan akhirnya hampir<br />
punah. Bibit hibrida perlu pupuk. Didirikanlah pabrik pupuk dengan<br />
pinjaman asing. Pupuk itu mengandung beurat yang lama kelamaan tanah<br />
menjadi bantat.</p>
<p>Termasuk dalam program intensifikasi pangan dipakailah berbagai racun:<br />
Pestisida untuk membunuh hama tanaman. Fumisida untuk membunuh<br />
cendawan-cendawan, terutama cendawan di kebun buah-buahan. Herbisida<br />
untuk membasmi gulma. Maka gulma, jenis-jenis rumput yang ada di sela<br />
taman dan dianggap mengganggu. Sebenarnya gulma adalah bagian dari<br />
ekosistem tanah. Bisa disingkirkan secara sementara dengan disiangi.<br />
Tetapi kalau ditumpas dengan herbisida maka akan lenyaplah gulma<br />
selam-lamanya. Artinya rusaklah ekosistem. Dan pada hakekatnya<br />
herbisida itu berbahaya untuk semua organisme dan makhluk.</p>
<p>Beberapa ahli pertanian bersih hati mengatakan bahwa intensifikasi<br />
pemakaian pestisida, fumisida, dan herbisida ini menyebabkan<br />
agrikultur kehilangan &#8220;kultur&#8221; dan berubah menjadi &#8220;agrisida&#8221; atau &#8220;<br />
agriracun&#8221;.</p>
<p>Racun dari pestisida, fumisida dan herbisida ini pada akhirnya masuk<br />
ke tanah dan meracuni air tanah. Sehingga penduduk yang tinggal di<br />
sekitar perkebunan-perkebun an mengalami cacat badan dan melahirkan<br />
bayi-bayi cacat.</p>
<p>Pemakaian pupuk urea menyebabkan biaya produksi pangan naik tinggi<br />
karena padi hibrida menuntut peningkatan jumlah pemakaian pupuk,<br />
secara lama kelamaan. Mahalnya biaya produksi padi dan rusaknya tanah<br />
ini yang mendorong kita tergantung pada import bahan makanan. Maksud<br />
hati ber-swadaya pangan, tetapi hasilnya justru ketergantungan pangan.</p>
<p>Agrisida yang merusak lingkungan dan sumber pangan kita, serta<br />
explotasi modal alam dengan serakah sebelum kita menguasai pengadaan<br />
mesin-mesin berat, modal nasional yang kuat, dan cukup tenaga<br />
spesialis, yang juga menusuk alam lingkungan, adalah tanggung dari<br />
begawan-begawan ekonomi dan begawan-begawan pembangunan di zaman Orde<br />
Baru yang masih berkelanjutan sampai sekarang adalah salah satu faktor<br />
&#8220;Kalabendu&#8221; yang kita hadapi saat ini. Sama beratnya dengan korupsi<br />
dan pelanggaran terhadap hak azazi.</p>
<p>Pembangunan dalam negara kita juga melupakan sarana-sarana pembangunan<br />
rakyat kecil dan menengah kecil. Padahal mereka adalah tulang punggung<br />
yang tangguh dari kekuatan ekonomi bangsa. Jumlahnya mencapai 45 juta<br />
dan bisa menampung 70 juta tenaga kerja. Sedangkan sumbangannya pada<br />
Gross National Product adalah 62%. Lebih banyak dari sumbangan BUMN.<br />
Namun begitu tidak program pemerintah dengan positif membantu usaha<br />
mereka: Jalan-jalan darat yang menjadi penghubung antar desa, yang<br />
penting untuk kegiatan ekonomi, rusak dan tak terurus. Bahan baku<br />
selalu terbatas persediaannya. Banyak bank yang tidak ramah kepada<br />
mereka. Grosir-grosir mempermainkan dengan check yang berlaku mundur.<br />
Dan pemerintah tidak pintar melindungi kepentingan mereka dari<br />
permainan kartel-kartel yang menguasai bahan baku.</p>
<p>Dari sejak abad 7 telah terbukti bahwa rakyat kecil menengah itu<br />
sangat adaptif, kreatif, tinggi daya hidupnya, ulet daya tahannya. Di<br />
abad 7 mereka yang seni pertaniannya menanam jewawut, dengan cepat<br />
menyerap seni irigasi dan menanam padi serta berternak lembu yang<br />
dperkenalkan oleh Empu Maharkandia dari India Selatan. Selanjutnya<br />
mereka juga bisa menguasai seni menanam buah-buahan dari India semacam<br />
sawo, mangga, jambu, dsb. Bahkan pada tahun 1200, menurut laporan<br />
&#8220;Pararaton&#8221;, mereka sudah bisa punya perkebunan jambu. Begitu juga<br />
mereka cepat sekali menyerap seni menanam nila, bahkan sampai<br />
mengekspornya ke luar negeri. Begitu juga mereka adaptif dan kreatif<br />
di bidang kerajinan perak, emas, pertukangan kayu dan pandai besi,<br />
yang semuanya itu dilaporkan dalam kitab &#8220;Pararaton&#8221;.</p>
<p>Di jaman Islam masuk dari Utara, mereka juga cepat beradaptasi dengan<br />
tanaman-tanaman baru seperti kedele, ketan, wijen, soga, dsb. Dengan<br />
cepat mereka juga belajar membuat minyak goreng, krupuk, tahu, trasi,<br />
dendeng, manisan buah-buahan, dan kecap. Bahkan dengan kreatif mereka<br />
menciptakan tempe. Di bidang kerajinan tangan dengan cepat mereka<br />
menyerap seni membuat kain jumputan, membuat genting dari tanah,<br />
membangun atap limasan, menciptaan gandok dan pringgitan di dalam seni<br />
bangunan rumah. Pendeknya unsur-unsur perkembangan baru dalam<br />
kebudayaan cita rasa dan tata nilai cepat diserap oleh rakyat banyak.</p>
<p>Dan kemudian di jaman tanam paksa dan kerja paksa, ketika kehidupan<br />
rakyat di desa-desa sangat terpuruk, karena meskipun mereka bisa<br />
beradaptasi dengan tanaman baru seperti teh, kopi, karet, coklat,<br />
vanili, dsb. Tetapi mereka hanya bisa jadi buruh perkebunan atau<br />
paling jauh jadi mandor, tak mungkin mereka menjadi pemilik<br />
perkebunan; namun segera mereka belajar menanam sayuran baru seperti<br />
sledri, kapri, tomat, kentang, kobis, buncis, selada, wortel, dsb<br />
untuk dijual kepada &#8220;ndoro-ndoro penjajah&#8221; di perkebunan dan<br />
&#8220;ndoro-ndoro priyayi&#8221; di kota-kota. Akhirnya bencana menjadi<br />
keberuntungan. Petani-petani sayur mayur menjadi makmur.<br />
Dan sekarang meski mereka dalam keadaan teraniaya oleh keadaan dan<br />
tidak diperhatikan secara selayaknya oleh pemerintah, bahkan kini<br />
mereka digencet oleh kenaikan harga BBM, toh mereka tetap hidup dan<br />
bertahan. Kaki lima adalah ekspresi geliat perlawanan rakyat kecil<br />
terhadap kemiskinan. Luar biasa! Merekalah pahlawan pembangunan yang<br />
sebenarnya!</p>
<p>Seandainya pemerintah dan pemikir ekonomi memperhatikan dan membela<br />
kemampuan mereka, menciptakan sarana-sarana kemajuan untuk mereka,<br />
mereka adalah harapan kita untuk menjadi kekuatan ekonomi bangsa.</p>
<p>Tata Hukum dan Tata Negara yang berlaku sekarang ini masih meneruskan<br />
semangat undang-undang dan ketatanegaraan penjajah Hindia Belanda<br />
tempo dulu, yang sama-sama menerapkan keunggulan Daulat Pemerintah di<br />
atas Daulat Rakyat, dan juga sama-sama menerapkan aturan politik<br />
ketatanegaraan yang memusat, dan sama-sama pula memperteguh aturan<br />
berdasarkan kekuasaan dan keperkasaan dan tidak kepada etika, dengan<br />
sendirinya tak akan bisa berdaya mencegah krisis etika bangsa, bahkan<br />
malah mendorong para kuasa dan para perkasa untuk mengumbar nafsu<br />
jahat mereka, tanpa ada kontrol yang memadai.</p>
<p>Tentu saja ada Pancasila, sumber etika bangsa yang cukup lebar<br />
cakupannya. Tetapi ternyata Pancasila hanyalah bendera upacara yang<br />
tak boleh dikritik, tapi boleh dilanggar tanpa ada akibat hukumnya.<br />
Kemanusiaan yang adil dan beradab, satu sila yang indah dari Pancasila<br />
ternyata tak punya kekuatan undang-undang apapun bila dilanggar oleh<br />
orang-orang kuasa atau perkasa. Lihatlah kasus pembunuhan terhadap<br />
empat petani di Sampang Madura, pembunuhan terhadap Marsinah, Udin,<br />
Munir, dan pembunuhan-pembunuh an yang lain lagi.</p>
<p>Para buruh Cengkareng yang mogok dan berjuang untuk memperbaiki<br />
kesejahteraan hidupnya, dianiaya dan diharu biru oleh petugas<br />
keamanan. Biarpun kasusnya dimenangkan oleh pengadilan, tetapi<br />
keputusan pengadilan tak pernah digubris dan dilaksanakan oleh majikan<br />
pabrik. Malahan para aktivis buruh diteror oleh para petugas keamanan<br />
dan para preman yang dibayar oleh majikan.<br />
Rakyat juga tak pernah menang dalam perjuangan mereka untuk melindungi<br />
diri dari polusi yang ditimbulkan olah limbah pabrik. Petugas keamanan<br />
selalu memihak kepada kepentingan majikan pabrik.</p>
<p>Sila kemanusiaan yang adil dan beradab, keadilan sosial, dan<br />
kedaulatan rakyat, benar-benar tak ada implementasinya di dalam<br />
undang-undang pelaksanaan. KUHP, yang berlaku adalah warisan dari<br />
penjajah Hindia Belanda yang tidak punya dasar etika.</p>
<p>Sungguh ironis, bahwa di dalam negara yang merdeka, karena Kedaulatan<br />
Rakyat dan Kedaulatan Hukum diremehkan, maka hukum dan undang-undang<br />
justru menjadi sebab merosotnya etika bangsa.</p>
<p>Apabila para ahli hukum terlambat membahas dan memperbaiki kenyataan<br />
adanya gap antara ius dan lex, maka &#8220;Kalatida&#8221; akan berlaku<br />
berkepanjangan dan masuklah kita ke alam &#8220;Kalabendu&#8221;. Ah,<br />
gejala-gejala bahkan menujukkan bahwa &#8220;Kalabendu&#8221; sudah menjadi<br />
kenyataan. Inilah jaman kacau nilai, jaman kejahatan menang, penjahat<br />
dipuja, orang beragama menjadi algojo, kitab suci dikhianati justru<br />
oleh ulama, kekuasaan dan kekayaan diperdewa. Pepatah &#8220;mikul duwur<br />
mendem jero&#8221; sudah lepas dari konteks moralnya dan berganti makna<br />
menjadi: kalau anda berkuasa dan perkasa maka berdosa boleh saja!</p>
<p>Hukum, perundang-undangan dan ketatanegaraan yang menghargai daulat<br />
manusia, daulat rakyat, daulat akal sehat, dan daulat etika akan<br />
menjadi &#8220;Mesin Budaya&#8221; yang mampu merangsang dan mengakomodasi daya<br />
cipta dan daya hidup bangsa, sehingga daya tahan dan daya juang bangsa<br />
menjadi tinggi. Jadi sangat penting segera para ahli hukum membahas<br />
dan meninjau kembali mutu kegunaan tata hukum dan tata negara Republik<br />
Indonesia dalam menyejahterakan kehidupan berbangsa.</p>
<p>Bahkan menurut DR. Sutanto Supiadi ahli tata negara dari Surabaya<br />
berpendapat, bahwa redesigning konstitusi sangat diperlukan. Kenyataan<br />
memang menunjukkan bahwa setiap ada amandemen untuk membatasi<br />
kekuasaan presiden, tidak menghasilkan daulat rakyat yang lebih nyata,<br />
melainkan hanya menghasilkan daulat partai-partai yang lebih kuat.<br />
Bahkan, dalam proklamasi kemerdekaan dan UUD&#8217;45 yang asli, wilayah<br />
Republik Indonesia itu jelas ditunjukkan. Lalu pada amandemen ke<br />
empat, disebutkan munculnya pasal 25a, yang berbunyi: &#8220;Negara Kesatuan<br />
Republik Indonesia adalah sebuah negara kepulauan yang berciri<br />
Nusantara dengan wilayah yang batas-batas dan hak-haknya ditetapkan<br />
dengan undang-undang&#8221; .</p>
<p>Tidak ada perkataan maritim di dalam rumusan itu. Nama negara pun<br />
hanya disebut sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Padahal 60%<br />
dari negara kita terdiri dari lautan. Jadi lebih tepat kalau nama<br />
negara kita adalah Negara Kesatuan Maritim Republik Indonesia.</p>
<p>Negara kita adalah negara satu-satunya di dunia yang memiliki laut.<br />
Negara-negara lain hanya mempunyai pantai. Tetapi negara kita<br />
mempunyai Laut Natuna, Laut Jawa, Laut Sulawesi, Laut Flores, Laut<br />
Banda, Laut Aru, Laut Arafuru, Laut Maluku, Laut Seram, Laut<br />
Halmahera, Laut Timor dan Laut Sawu. Namun toh ketatanegaraan kita<br />
tetap saja ketatanegaraan negara daratan. Inikah mental petani?</p>
<p>Sampai saat ini kita belum membentuk &#8220;Sea and Coast Guard&#8221;, padahal<br />
ini persyaratan Internasional, agar bisa diakui bahwa kita bisa<br />
mengamankan kita, maka kita harus mempunyai &#8220;Sea and Coast Guard&#8221;.<br />
Dunia International tidak mengakui Polisi Laut dan Angkatan Laut<br />
sebagai pengamanan laut di saat damai. Angkatan Laut, Polisi Laut itu<br />
dianggap alat perang. Jadi apa sulitnya membentuk &#8220;Sea and Coast<br />
Guard&#8221; yang berguna bagi negara dan bangsa? Apakah ini menyinggung<br />
kepentingan rejeki satu golongan? Tetapi kalau memang ada jiwa<br />
patriotik yang mengutamakan kepentingan bangsa dan negara, bukankah<br />
tak akan kurang akal untuk mencari &#8220;win-win solution&#8221;.</p>
<p>Dalam soal perbatasan kita telah melengahkan pemetaan, pendirian<br />
beberapa mercu suar lagi, dan mengumumkan claim yang jelas dan<br />
rational mengenai batas-batas wilayah negara kita, teutama yang<br />
menyangkut wilayah di laut. Sudah saatnya pula lembaga inteligent kita<br />
mempunyai direktorat maritim.</p>
<p>Sudah saatnya wawasan ketatanegaraan kita, disegenap bidang, mencakup<br />
pengertian &#8220;Tanah Air&#8221;, dan tidak sekedar &#8220;Tanah&#8221; saja.</p>
<p>Pelabuhan-pelabuhan pun harus segera ditata sebagai &#8220;Negara Pelabuhan&#8221;<br />
yang dipimpin oleh &#8220;Syahbandar&#8221; yang berijasah international. Kemudian<br />
segera pula dicatatkan di PBB. Tanpa semua itu, maka negara kita tidak<br />
diakui punya pelabuhan, melainkan hanya diakui punya terminal-terminal<br />
belaka!</p>
<p>Perlu dicatat bahwa pembentukan Negara Nusantara untuk pertama kalinya<br />
diproklamasikan oleh Baron Van Der Capellen pada tahun 1821 dengan<br />
nama Nederlans Indie, dan sifat kedaulatannya negara maritim dengan<br />
batas-batas dan mercusuar-mercusuar yang jelas petanya.</p>
<p>Jadi Van Der Capllen tidak sekedar mengandalkan kekuatan angkatan laut<br />
untuk merpersatukan Nusantara, melainkan, alat politik untuk meyatukan<br />
Nusantara adalah tata hukum dan ketatanegaraan maritim.</p>
<p>Kita sebagai bangsa harus bersyukur kepada Perdana Menteri Juanda dan<br />
menteri luar negari Mochtar Kusumaatmaja, yang dengan gigih telah<br />
memperjuangkan kedaulatan maritim kita di dunia Internasional,<br />
sehingga diakui oleh Unclos dan PBB. Tetapi kita harus tanpa lengah<br />
meneruskan perjuangan itu sehingga kita mampu mengimplementasikan<br />
semua peraturan kelautan internasional yang telah kita ratifikasi.</p>
<p>Perlu disayangkan bahwa usaha untuk mendirikan Universitas Maritim<br />
yang bisa memberikan ijasah internasional untuk syahbandar dan<br />
nahkoda, belum juga mendapatkan ijin dari Departement Pendidikan<br />
Nasional. Saya menganggap sikap pemerintah seperti itu tidak patriotik<br />
dan tidak peka pada urgensi untuk menegakkan kedaulatan bangsa dan<br />
negara di lautan.</p>
<p>Tata hukum, tata kenegaraan dan tata pembangunan yang sableng seperti<br />
tersebut di atas itulah yang mendorong lahirnya &#8220;Kalatida&#8221; dan<br />
&#8220;Kalabendu&#8221; di negara kita.</p>
<p>Menurut penyair Ranggawarsita kita harus bersikap waspada, tidak<br />
mengkompromikan akal sehal. Dan juga harus sabar tawakal. Adapun<br />
&#8220;Kalasuba&#8221; pasti datang bersama dengan ratu adil.</p>
<p>Dalam hal ini saya agak berbeda sikap dalam mengantisipasi datangnya<br />
&#8220;Kalasuba&#8221;. Pertama, &#8220;Kalasuba&#8221; pasti akan tiba karena dalam setiap<br />
chaos secara &#8220;build-in&#8221; ada potensi untuk kestabilan dan keteraturan.<br />
Tetapi kestabilan itu belum tentu baik untuk kelangsungan kedaulatan<br />
rakyat dan kedaulatan manusia yang sangat penting untuk emansipasi<br />
kehidupan manusia secara jasmani, sosial, rohani, intelektual dan<br />
budaya. Dalam sejarah kita mengenal kenyataan, bahwa setelah chaos<br />
Revolusi Perancis, lahirlah kestabilan pemerintahan Napoleon yang<br />
bersifat diktator. Tentu masih banyak lagi contoh semacam itu di<br />
tempat lain dan di saat lain.</p>
<p>Kedua, harus ada usaha kita yang lain, tidak sekedar sabar dan<br />
tawakal. Tetapi toh kita tidak menghendaki &#8220;Kalasuba&#8221; yang dikuasai<br />
oleh diktator. Tidak pula yang dikuasai oleh kekuasaan asing seperti<br />
di Timor Leste. Oleh karena itu kita harus aktif memperkembangkan<br />
usaha untuk mendesak perubahan tata pembangunan, tata hukum dan tata<br />
kenegaraan sehingga menjadi lebih baik untuk daya hidup dan daya cipta<br />
bangsa.</p>
<p>Ketiga, situasi semacam itu tidak tergantung pada hadirnya Ratu Adil,<br />
tetapi tergantung pada Hukum yang Adil, Mandiri, dan Terkawal.</p>
<p>Wassalam,</p>
<p>RENDRA<br />
Cipayung Jaya, Depok<br />
Hotel Quality, Jogya</p>
<p>(<em>Pidato ini disampaikan di Balairung Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, ketika penyair WS Rendra menerima gelar doktor honoris causa, pada Selasa 4 Maret 2008.)</em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anurannisa.wordpress.com/442/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anurannisa.wordpress.com/442/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anurannisa.wordpress.com/442/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anurannisa.wordpress.com/442/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anurannisa.wordpress.com/442/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anurannisa.wordpress.com/442/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anurannisa.wordpress.com/442/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anurannisa.wordpress.com/442/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anurannisa.wordpress.com/442/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anurannisa.wordpress.com/442/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anurannisa.wordpress.com&blog=4428623&post=442&subd=anurannisa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anurannisa.wordpress.com/2009/11/01/kalabendu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f499bb67e1f5bc654a4eb12a6c4bd06d?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">anurannisa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://anurannisa.files.wordpress.com/2009/11/r.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">r</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Identitas Bahasa</title>
		<link>http://anurannisa.wordpress.com/2009/10/30/identitas-bahasa/</link>
		<comments>http://anurannisa.wordpress.com/2009/10/30/identitas-bahasa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 13:34:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anurannisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[mind n soul]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anurannisa.wordpress.com/?p=432</guid>
		<description><![CDATA[Bahasa menunjukan bangsa
Masih inget dialog Cinta Laura pada satu sinetronnya: “mana ujan, enggak ada ojek&#8230;” yang malah ditambahin ”becek!” dengan logat khasnya. Sehari-harinya, artis ini terbiasa berbicara memakai bahasa sono, terkadang campur aduk dengan bahasa Indonesia juga.
Semangat ber-Inggris ria sekarang melanda luas di berbagai kalangan. Percakapan sehari-hari di kalangan pekerja kantoran, tak jarang menyelipkan istilah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anurannisa.wordpress.com&blog=4428623&post=432&subd=anurannisa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Bahasa menunjukan bangsa</p>
<p>Masih inget dialog Cinta Laura pada satu sinetronnya: “mana ujan, enggak ada ojek&#8230;” yang malah ditambahin ”becek!” dengan logat khasnya. Sehari-harinya, artis ini terbiasa berbicara memakai bahasa sono, terkadang campur aduk dengan bahasa Indonesia juga.</p>
<p>Semangat ber-Inggris ria sekarang melanda luas di berbagai kalangan. Percakapan sehari-hari di kalangan pekerja kantoran, tak jarang menyelipkan istilah Inggris, seperti: Meeting, Outing, dll. Bukan hal yang langka lagi menemukan orang berdialog dengan bahasa gado-gado seperti itu, entah di Mall, kantor, bahkan teman2 terdekat kita. Seperti yang saya lihat, seorang Ibu berwajah oriental asyik bercerita melalui ponselnya menggunakan bahasa Inggris-Indonesia, ketika kita sedang sama2 menunggu antrian di tempat praktek dokter gigi. Untungnya, bahasa Inggrisnya fasih dengan grammar yang tepat. Lucunya, ada satu pasien di Rumah Bersalin Puskesmas-yang letaknya di ndeso-saya bekerja, sedang berusaha untuk melahirkan. Sepanjang proses kelahiran bayinya, sang ibu tidak berhenti berteriak: “don&#8217;t hurt me&#8230;don&#8217;t hurt me” jiah&#8230;.taunya cuma don&#8217;t hurt me doang kale! (lagian syapa yang nyakitin, lah mang melahirkan itu sakit dudul&#8230;).</p>
<p>Menurut cerita mantan pemred saya Pak Iwan (dulu waktu masih kerja di media) di blog nya:</p>
<p><span id="more-432"></span></p>
<p>Fenomena boom istilah asing pernah terjadi pada tahun 1980-an ketika terjadi booming ekonomi yang luar biasa. Ketika itu muncul properti di mana-mana. Penggunaan nama-nama asing sangat marak, bisa dijumpai di papan namanya: North Tower dan South Tower (ini untuk gedung utara dan gedung selatan, di Kuningan Plaza), ada Mulia Tower, Landmark.<br />
Pada tahun 1995, dilakukan pencanangan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Nama-nama gedung, perumahan dan pusat perbelanjaan yang berbau asing diganti dengan bahasa Indonesia. Sayangnya hal itu tidak berlangsung lama.<br />
Angin reformasi justru membawa perubahan buruk bagi bahasa Indonesia. Penggunaan bahasa asing kembali marak. Malahan dengan alasan globalisasi, percampuran bahasa Indonesia dengan bahasa asing justru semakin marak. Kata-kata seperti &#8216;new arrival&#8217;, &#8217;sale&#8217;, &#8216;discount&#8217;, terpampang dengan jelas di berbagai toko dan pusat perbelanjaan<br />
Pada tahun 1953, Poerwodarminta mengeluarkan Kamus Bahasa Indonesia yang pertama. Di situ tercatat jumlah lema (kata) dalam bahasa Indonesia mencapai 23.000. Pada tahun 1976, Pusat Bahasa menerbitkan Kamus Bahasa Indonesia, dan terdapat 1.000 kata baru. Artinya, dalam waktu 23 tahun hanya terdapat 1.000 penambahan kata baru.<br />
Tetapi pada tahun 1988, terjadi loncatan yang luar bisa. Dari 24.000 kata, telah berkembang menjadi 62.000. Selain itu, setelah bekerja sama dengan Dewan Bahasa dan Pustaka Brunei, berhasil dibuat 340.000 istilah di berbagai bidang ilmu. Malahan sampai hari ini, Pusat Bahasa berhasil menambah 250.000 kata baru. Dengan demikian, sudah ada 590.000 kata di berbagai bidang ilmu. Sementara kata umum telah berjumlah 78.000.</p>
<p>Menurut penutur bahasa Indonesia, Pak Anton Moeliono, bila asas struktur subyek-predikat-obyek ditaati, dijamin, para remaja kita dapat nilai merah dalam pelajaran bahasa.</p>
<p>Apalagi kalau ketaatan menggunakan bahasa Indonesia yang jadi ukuran, mungkin banyak para pembuat reklame tidak ada yang lulus. Contoh:</p>
<p><strong>‘’Great Sale. Special Discount Up To 30%. Original Brand from USA’’</strong>.</p>
<p>Mana yang diterangkan dan menerangkan neh&#8230;</p>
<p>makin memprihatinkan dengan bahasa2 gaul yang tengah berkembang di kalangan ABG, seperti milik Debi Sahertian ini:</p>
<p><strong>Jali-jali di Mal</strong><em> </em><br />
<em>A: Akika mawar belalang spartakus nih. </em><br />
<em>B: Emang spartakus yang lambreta napose? </em><br />
<em>A: Sutra Rusia! B: Akika mawar belalang Tasmania. </em><br />
<em>A: Tasmania kawanua yang lambada jugra sutra Rusia? </em><br />
<em>B: Tinta … pingin gaya atitah! </em><br />
<em>A: Sihombing loe! B: Tinta … soraya kayangan anjas! He … he … </em><br />
<em>(Sahertian, 1999: 23-25)</em></p>
<p><em>btw, ngerti ga?</em></p>
<p><em>Dijamin, yang bukan penutur asli bahasa Indonesia ga bakal ngerti&#8230;</em></p>
<p>Masih menurut Pak Iwan Q.H:</p>
<p><em>Bahasa menunjukkan bangsa. Mungkin karena itu, orang Jerman, Prancis, dan Jepang, sangat bangga pada bahasanya.</em></p>
<p>Bahasa menunjukkan bangsa. Kita sepakat dengan hal itu. Di satu sisi, berbagai perkembangan kosa kata baru yang masuk ke dalam perbendaharaan bahasa kita menunjukkan, bahasa kita memang makin gaul. Makin dinamis. Bahasa memang tidak bisa mandek.<br />
Tapi, kalau sampai bahasa lokal tergerus oleh gempuran bahasa asing, kita tidak bisa berbangga lagi. Itu menunjukkan kita adalah bangsa yang tidak punya percaya diri.</p>
<div id="attachment_436" class="wp-caption alignnone" style="width: 410px"><img class="size-full wp-image-436" title="Beringharjo" src="http://anurannisa.files.wordpress.com/2009/10/beringharjo2.jpg?w=400&#038;h=300" alt="Beringharjo" width="400" height="300" /><p class="wp-caption-text">saya lebih bangga sama yg ini: pake tulisan jawa kuno...skrg msh ada yg ngerti ga ya?</p></div>
<p>BERBAHASA Indonesia itu tidak semudah yang kita bayangkan. Karena setiap hari kita sudah mudeng nonton tv, mendengarkan radio, ngobrol, dan baca koran, kita merasa diri kita sudah fluent, sudah cas-cis-cus berbahasa Indonesia. Akibatnya: meski di rak buku kita memiliki ratusan buku asing, kamus bahasa Indonesia-Jerman, kamus bahasa Prancis, tapi Kamus Besar Bahasa Indonesia banyak yang tak punya. Akibatnya lagi: acap kali kita terbata-bata dalam berbahasa.</p>
<p>Kesulitan lain yang muncul dalam berbahasa Indonesia adalah, kita makin merasa bahwa bahasa kita ini miskin kosakata. Bahasa sehari-hari yang kita pakai sangat banyak mengandung unsur serapan.<br />
Apa nama tempat pemberhentian bus? Jawabnya: halte. Itu dari bahasa Inggris. Kita juga mengenal istilah baru akhir-akhir ini: under pass (terowongan), fly over (jalan layang), traffic light. Kepolisian Daerah Jakarta mengenalkan lembaga yang mengontrol lalu lintas. Namanya: Traffic Management Centre alias TMC. Kenapa bukan PKL, Pusat Kendali Lalu Lintas? Mungkin khawatir derajatnya turun, disetarakan dengan pedagang kaki lima.</p>
<p>Sering kali istilah asing itu muncul lantaran kita malas mencari kata-kata padanannya dalam bahasa Indonesia. Atau kita merasa minder, merasa kalau dengan menggunakan bahasa Inggris, kita akan merasa menjadi kaum terpelajar.<br />
Tapi juga unsur lain, bahasa Indonesia memang tidak memiliki kata yang sama artinya. Contohnya saja: internet, komputer, bank, atom, neutron, derivatif. Bisa saja kita menerjemahkan, tapi akibatnya akan menjadi naskah dalam bahasa Indonesia yang tergagap-gagap. Salah satu yang sangat bersemangat untuk membuat terjemahan untuk setiap istilah adalah Prof. Sudjoko, guru besar ITB Bandung.<br />
Masuknya unsur serapan yang secara beruntun ditimpali dengan kemalasan mencari tahu grammar yang benar, dan cara penulisan yang benar. Akibatnya terjadilah tulisan: PHOTO COFFEE, HALTE PLY OFFER, TAMBAL BAN CUBE LESS.<img class="alignnone size-full wp-image-433" title="image008" src="http://anurannisa.files.wordpress.com/2009/10/image008.jpg?w=400&#038;h=300" alt="image008" width="400" height="300" /></p>
<p>Salah satu penyebab kesulitan berbahasa Indonesia juga bahasa kita sering tidak konsisten, tidak taat azas dalam menyerap unsur asing. Kita lebih mengenal Selandia Baru ketimbang New Zealand. Tapi untuk Papua New Guinea kita menerjemahkannya menjadi Papua Nugini. Kenapa bukan Papua Guinea Baru? United States of America kita terjemahkan sebagai Amerika Serikat. Kalau United Kingdom kenapa bukan Kerajaan Serikat ya, tapi malah jadi Kerajaan Inggris?<br />
Jaman gubernur Jakarta dijabat Pak Wiyogo Atmodarminto, pernah ada aturan untuk mewajibkan toko-toko, hotel, nama jalan, harus menggunakan aturan bahasa Indonesia yang baku. Artinya yang baik dan benar, mengikuti azas ‘’DM- diterangkan dan menerangkan’’.<br />
Maka: BNI Bank menjadi Bank BNI, BII Bank menjadi Bank BII. Tapi juga ada kata-kata yang terjemahaannya dipaksakan.</p>
<p>Sebuah hotel di Jalan HR Rasuna Said namanya ‘’Grand Melia’’. Kini berubah menjadi ‘’Gran Melia’’. Kenapa bukan Melia Raya ya? Anehnya, sebuah perumahan bernama ‘’Cassa Grand’’ berubah menjadi ‘’Cassa Grande’’.<br />
Nah, pusing kan? Wajar kalau kemudian muncul: Ply Over, Ply Offer, Fly Oper, dan Photo Coffee…<br />
Kalau cara berbahasa menunjukkan bagaimana sebuah bangsa, mungkin ini jawaban kenapa kok kita terus dipusing dengan beragam masalah….</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anurannisa.wordpress.com/432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anurannisa.wordpress.com/432/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anurannisa.wordpress.com/432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anurannisa.wordpress.com/432/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anurannisa.wordpress.com/432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anurannisa.wordpress.com/432/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anurannisa.wordpress.com/432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anurannisa.wordpress.com/432/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anurannisa.wordpress.com/432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anurannisa.wordpress.com/432/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anurannisa.wordpress.com&blog=4428623&post=432&subd=anurannisa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anurannisa.wordpress.com/2009/10/30/identitas-bahasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f499bb67e1f5bc654a4eb12a6c4bd06d?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">anurannisa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://anurannisa.files.wordpress.com/2009/10/beringharjo2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Beringharjo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://anurannisa.files.wordpress.com/2009/10/image008.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">image008</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tradisi bermaafan sebelum dan sesudah lebaran</title>
		<link>http://anurannisa.wordpress.com/2009/10/30/tradisi-bermaafan-sebelum-dan-sesudah-lebaran/</link>
		<comments>http://anurannisa.wordpress.com/2009/10/30/tradisi-bermaafan-sebelum-dan-sesudah-lebaran/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 13:11:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anurannisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[religion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anurannisa.wordpress.com/?p=426</guid>
		<description><![CDATA[Wallahua&#8217;lam belum ditemukan nash hadits yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW memerintahkan atau mencontohkan kita untuk saling bermaafan, khususnya saat menjelang masuknya bulan Ramadhan. Entahlah, tentu kalau ada dan shahih serta eksplisit redaksinya, kita pun wajib untuk melakukannya.

Meski tidak ada dalil khusus yang menunjukan bahwa Rasulullah SAW melakukan saling bermaafan menjelang Ramadhan, tetapi tidak ada salahnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anurannisa.wordpress.com&blog=4428623&post=426&subd=anurannisa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Wallahua&#8217;lam belum ditemukan nash hadits yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW memerintahkan atau mencontohkan kita untuk saling bermaafan, khususnya saat menjelang masuknya bulan Ramadhan. Entahlah, tentu kalau ada dan shahih serta eksplisit redaksinya, kita pun wajib untuk melakukannya.</p>
<p><span id="more-426"></span></p>
<p>Meski tidak ada dalil khusus yang menunjukan bahwa Rasulullah SAW melakukan saling bermaafan menjelang Ramadhan, tetapi tidak ada salahnya bila setiap orang melakukannya. Memang seharusnya bukan hanya pada momentum Ramadhan saja, sebab meminta maaf kan bisa <em>anywhere </em>and <em>everywhere</em>. Adapun bermaaf-maafan secara umum, tidak terkait dengan masuknya bulan Ramadhan, sudah tidak perlu dipermasalahkan lagi. Begitu banyak dalil untuk meminta dan memberi maaf, seperti:</p>
<p>Rasulullah SAW: <em>“semua manusia (anak Adam) itu melakukan kesalahan,dan sebaik-baik orang yang melakuan kesalahan itu adalah orang-orang yang suka bertobat (minta maaf)” </em>(HR Tirmidzi)</p>
<p>Idealnya yang dilakukan bukan sekedar berbasa-basi minta maaf atau memaafkan, tetapi juga menyelesaikan semua urusan, seperti hutang-hutang dan lainnya. Agar ketika memasuki Ramadhan, kita sudah bersih dari segala sangkutan kepada sesama manusia.</p>
<p>Dari Abu hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, <em>“Siapa yang menegakkan Ramadhan dengan iman dan ihtisab, maka Allah telah mengampuni dosanya yang telah lalu.</em> (HR. Bukhari dan Muslim).</p>
<p>Nah, sekarang kalau Allah SWT aja sudah menjanjikan pengampunan dosa, maka tinggal memikirkan bagaimana meminta maaf  kepada sesama manusia. Sebab dosa yang bersifat langsung kepada Allah pasti diampuni sesuai janji Allah, tapi bagaimana dengan dosa kepada manusia?</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-427" title="cat-loves-dog" src="http://anurannisa.files.wordpress.com/2009/10/cat-loves-dog.jpg?w=450&#038;h=342" alt="cat-loves-dog" width="450" height="342" /></p>
<p>Jangankan orang yang menjalankan Ramadhan, bahkan mereka yang mati syahid sekalipun, kalau masih ada sangkutan dosa kepada orang lain, tetap belum bisa masuk surga.</p>
<p>Oleh karena itu, biar bisa dipastikan semua dosa terampuni, maka selain minta ampun kepada Allah di bulan Ramadhan, juga meminta maaf kepada sesama manusia, agar bisa lebih lengkap. Mungkin gitu kale ye latar belakangnya.</p>
<p>Bermaafan boleh dilakukan kapan saja, menjelang Ramadhan, sesudahnya atau pun di luar bulan itu. Dan rasanya tidak perlu kita sampai mengeluarkan vonis bid&#8217;ah bila ada fenomena demikian, hanya lantaran tidak ada dalil yang bersifat eksplisit.</p>
<p>Sebab kalau semua harus demikian, maka hidup kita ini akan selalu dibatasi dengan beragam bid&#8217;ah. Bukankah ceramah tarawih, ceramah shubuh, kultum menjelang buka puasa, bahan kepanitiaan i&#8217;tikaf ramadhan, pesantren kilat, undangan ifthar jama&#8217;i, semuanya pun tidak ada dalilnya yang bersifat eksplisit?</p>
<p>Lalu apakah kita akan mengatakan bahwa semua orang yang melakukan kegiatan itu sebagai ahli bid&#8217;ah dan calon penghuni neraka?kenapa jadi mudah sekali vonis demikian?</p>
<p>Apakah semua kegiatan itu dianggap sebagai sebuah penyimpangan esensial dari ajaran Islam? Hanya lantaran dianggap tidak sesuai dengan apa yang terjadi di masa Nabi?</p>
<p>Kita umat Islam tetap bisa membedakan mana ibadah mahdhah yang esensial, dan mana yang merupakan kegiatan yang bersifat teknis non-formal. Semua yang disebutkan di atas itu hanya semata kegiatan untuk memanfaatkan momentum Ramadhan agar lebih berarti. Sama sekali tidak ada kaitannya dengan niat untuk merusak dan menambahi masalah agama.</p>
<p>Toh, tujuan berpuasa adalah menjadi pribadi yang bertakwa kepada Allah, dan ciri-ciri orang yang bertakwa adalah yang selalu memaafkan.</p>
<p>Lalu, bagaimana dengan tradisi bermaafan sesudah lebaran?</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-428" title="maaf" src="http://anurannisa.files.wordpress.com/2009/10/maaf.jpg?w=264&#038;h=264" alt="maaf" width="264" height="264" /></p>
<p>Jika merujuk nash, jelas hal ini wajib bin kudu dijalankan. Tunggu, saya mau membahas hal ini dari perbedaan ritual antara dulu dan sekarang. Di masa silam, ucapan “selamat Idul Fitri” banyak dikirim dengan kartu ucapan. Bila tujuannya jauh, perlu dibubuhkan perangko, untuk selanjutnya dititipkan d kantor pos. Sampai beberapa hari kemudian, baru dapat diterima dan dibaca oleh sasaran si pengirim. Ehm&#8230;bisa dibayangkan prosesnya yg lama, juga kocek yang perlu dikeluarkan untuk tiap lembar kartunya.</p>
<p>Sekarang seyh ibaratnya tinggal pencet tombol, terkirim deh tuh ucapan “Selamat Idul Fitri”. Yup, Short  Message Service via ponsel atau Email telah menggantikan posisi postman. Praktis, tidak perlu waktu lama dan biaya nya relatif murah, hanya ratusan rupiah.</p>
<p>Yang jadi perhatian saya adalah apa yang ditulis pada SMS ucapan lebaran. Coba disimak, puluhan SMS yang anda terima di hari lebaran, dari yang formil sampai yang pake pantun, berhiaskan huruf arab atau yang menyertakan gambar. Tidak ada yang salah dalam model tadi. Menurut saya, yang tidak tepat ada pada isi SMS tersebut. Ketika kita mengirim SMS lebaran yang berisi: permintaan maaf, kebanyakan membalas SMS tersebut dengan: permintaan maaf juga. Seharusnya kan: pernyataan diterimanya permintaan maaf kita. Ngerti kan? Misal: “saya memaafkan dgn tulus kesalahanmu, dan saya pun meminta maaf&#8230;” dsb.</p>
<p>Yang saya takutkan hanya orang tersebut ternyata belum benar2 memaafkan kita. Siapa yang tau seyh hati dan pikiran orang?</p>
<p><em>Dan segeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, yaitu orang-orang yang memaafkan baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan</em> (QS. Ali Imran 132-133)</p>
<p>SELAMAT IDUL FITRI 1430H</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anurannisa.wordpress.com/426/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anurannisa.wordpress.com/426/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anurannisa.wordpress.com/426/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anurannisa.wordpress.com/426/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anurannisa.wordpress.com/426/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anurannisa.wordpress.com/426/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anurannisa.wordpress.com/426/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anurannisa.wordpress.com/426/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anurannisa.wordpress.com/426/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anurannisa.wordpress.com/426/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anurannisa.wordpress.com&blog=4428623&post=426&subd=anurannisa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anurannisa.wordpress.com/2009/10/30/tradisi-bermaafan-sebelum-dan-sesudah-lebaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f499bb67e1f5bc654a4eb12a6c4bd06d?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">anurannisa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://anurannisa.files.wordpress.com/2009/10/cat-loves-dog.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">cat-loves-dog</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://anurannisa.files.wordpress.com/2009/10/maaf.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">maaf</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BKKBN melakukan rebranding</title>
		<link>http://anurannisa.wordpress.com/2009/04/11/bkkbn-melakukan-rebranding/</link>
		<comments>http://anurannisa.wordpress.com/2009/04/11/bkkbn-melakukan-rebranding/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Apr 2009 14:24:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anurannisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[societa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anurannisa.wordpress.com/?p=417</guid>
		<description><![CDATA[
Indopos, 9 Februari 2009
oleh: A. Nurannisa

Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) seiring dengan perubahan paradigma di masyarakat dalam pengelolaan KB Nasional, ingin menyesuaikan dengan kondisi lingkungan sekitar. Pembangunan di Indonesia sejak awal reformasi, hingga era desentralisasi dan globalisasi, serta good government, akan banyak mewarnai perjalanan program KB ke depan.
Rencana dan strategi BKKBN dalam merumuskan kembali [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anurannisa.wordpress.com&blog=4428623&post=417&subd=anurannisa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Indopos, 9 Februari 2009<img class="alignright size-full wp-image-420" title="kb" src="http://anurannisa.files.wordpress.com/2009/04/kb.jpg?w=146&#038;h=139" alt="kb" width="146" height="139" /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">oleh: A. Nurannisa</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) seiring dengan perubahan paradigma di masyarakat dalam pengelolaan KB Nasional, ingin menyesuaikan dengan kondisi lingkungan sekitar. Pembangunan di Indonesia sejak awal reformasi, hingga era desentralisasi dan globalisasi, serta <em>good government</em>, akan banyak mewarnai perjalanan program KB ke depan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Rencana dan strategi BKKBN dalam merumuskan kembali visi dan misi, yaitu “Seluruh keluarga ikut KB dan mewujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera” oleh Dr. Sugiri Syarif, MPA selaku Kepala BKKBN, dalam Talkshow Rebranding BKKBN, yang dilakukan di studio BKKBN, Halim Perdana Kusuma, beberapa waktu lalu, sempat mengulas sediit sejarah BKKBN.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pada tahun 1970, pemerintah membentuk BKKBN, sebagai institusi yang melaksanakan program atau bertanggung jawab terhadap KB. Waktu itu pemerintah merasa bahwa masalah kependudukan harus ditangani secara serius. Sehingga tidak saja hanya pada pelayanan yang regular saja.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dalam perjalanannya, BKKBN sukses melaksanakan programnya pada tahun 1980-1990. dengan adanya bukti, bahwa Indonesia sempat menjadi kiblat dunia Internasional dalam pengelolaan KB.diketahui juga tidak kurang dari sekitar 4 ribu peserta dari sekitar 97 negara telah belajar KB di Indonesia.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span id="more-417"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tapi akhir-akhir ini terjadi penurunan citra dan nyaris tidak terdengar lagi kiprahnya. Suasana BKKBN setelah demokrasi melorot tajam. Banyak orang bertanya “Apakah BKKBN masih ada?” jawabannya “Masih ada” Sugiri menegaskan, hanya saja masih ada sesuatu yang perlu diperbaiki.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Untuk 5-6 tahun belakangan ini, tidak ada perkembangan yang bermakna dari visi BKKBN untuk menurunkan fertilitas sesuai dengan yang dicanangkan oleh pemerintah. Keadaan masih sama saja. Maka, perlu langkah-langkah yang terbetik agar bisa kembali bangkit.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Padahal dengan bermodalkan ikut program KB, masyarakat bisa meningkatkan kesejahteraan hidupnya. Orangtua dapat me-<em>manage </em>keluarga dengan baik, bila mempunyai 2 anak, dibanding dengan mempunyai 10 anak. Bila suatu keluarga mempunyai kemampuan untuk mengelola keluarga lebih terencana, sudah pasti tingkat kesejahteraannya akan lebih baik.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Upaya untuk meningkatkan citra dari BKKBN yang menurun, dilakukanlah Rebranding. Tujuannya agar masyarakat menilai BKKBN kembali seperti semula di tahun 1980-1990. Untuk itu, BKKBN mencoba melakukan 4 pencitraan baru.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pertama, adalah Institusi, dari yang dianggap tidak ada menjadi ada. Memberi kesan kuat eksistensi BKKBN yang ditugasi oleh pemerintah, dengan kewajiban dan tugas yang lebih berat dari yang dulu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kedua, yaitu Program, membangun citra baru dengan program-program yang inovatif. Menurut Sugiri, selama ini programnya banyak yang tidak karuan. Bahkan ada yang duplikasi dengan instansi lain. Tidak ada kegiatan sama sekali. Dulu partisipasi masyarakat terhadap KB cukup besar. Dimana-mana ada tulisan dan gambar KB. “Inilah yang diperlukan agar program-program KB menjadi milik masyarakat lagi” Ujar Sugiri.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ketiga, Pengelolaannya sendiri. Peserta yang sudah menjadi KB lestari, diberikan penghargaan bahwa dia sudah menjadi pahlawan, karena sudah memberikan sumbangan besar kepada Negara. Sehingga Negara dapat maju. Pengelola program mencoba bangga menjadi pegawai BKKBN. Kader-kader di masyarakat juga bangga menjadi kader KB.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Lalu, yang terakhir adalah citra bersama-sama. KB adalah program Negara, bukan program provinsi A atau B, kabupaten A atau B. Persoalan penduduk adalah milik Negara, bukan individu. Maka, harus dipecahkan secara musyawarah, bukan kepentingan kelompok atau individu. Bila ini yang terjadi, Negara akan terpecah belah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Empat ketahanan diatas tadi yang akan di maksimalkan dalam rebranding. BKKBN mencoba membangkitkan semangat dan identitasnya, mengubah paradigma, dan membalik <em>mindset</em> dalam melaksanakan program.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">“Nah, dengan alasan itulah sekaligus dibarengi dengan momentum Rakernas BKKBN 2009, BKKBN akan meluncurkan logo baru yang tidak lain sebagai tanda spirit baru,” ungkap Sugiri.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">“Dengan rebranding ini selain bermakna upaya mengktualkan produk-produk BKKBN sehingga lebih sesuai dengan pasar yang telah berubah, juga bertujuan membentuk persepsi dikalangan pegawai BKKBN bahwa semua harus bekerja dengan paradigma baru, semangat baru,” jelas lelaki yang telah hampir tiga tahun menjabat kepala BKKBN tersebut.<span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pertama, merubah identitas. Kalau dulu, digambarkan dengan dua anak bergandengan dengan padi dan kapas. Sepertinya itu terlalu klasik dan formal. Sugiri menjelaskan, sekarang mencoba melahirkan citra, bahwa keluarga adalah komunitas yang merundingkan semua keputusan bersama. Bukan hanya Bapak atau Ibunya. Identitas baru ini harus dibangun menjadi tujuan bersama. Sehingga, KB pun menjadi keputusan bersama.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Strategi awal membidik target generasi muda. Terutama yang mau menikah, harus diberi pemahaman mengenai program KB. Karena menikah, tidak hanya melangsungkan acara saja, tapi membangun suatu komunitas sendiri, yang nantinya akan menjadi penopang bangsa di masa yang akan dating. Kesadaran itu yang belum tumbuh pada diri masing-masing. Tidak diskriminatif, Laki-laki dan Perempuan bisa melakukan KB.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tantangan barunya adalah masyarakat Indonesia belum lazim akan hal ini. Karena kesan KB adalah hanya Perempuan yang menggunakan. Semua itu akan disosialisasikan ke generasi muda. Mereka bisa mendapatkan pemahaman mengenai menikah dan untung rugi dari jenis kontrasepsi. Bila mereka semua, baik Laki-laki atau Perempuan paham, maka keputusan KB bisa dilakukan secara bersama. Sehingga nanti tidak ada penolakan dari salah satu pihak. Program KB akan dianggap berhasil bila keputusannya dilakukan secara bersama. “saya yakin,” kata Sugiri tegas.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Seiring rebranding, otomatis ada perubahan visi dan misi, dan struktur organisasi yang mendukunya pun sudah dipersiapkan. Jangan sampai nanti ada program dalam upaya menyetarakan gender, tetapi tidak ada direktorat yang menanganinya. Inginnya, data BKKBN yang sekarang <em>gemuk</em> bisa menjadi <em>kurus</em>.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kewenangan dari struktur organisasi tercermin dari fungsinya. Tentukan dulu kewenangannya, maka fungsinya akan muncul. Diakui, tidak semudah membalik telapak tangan. Apalagi banyak jalur yang harus dilalui untuk merubahnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Harapannya dengan rebranding ini, dalam Internal adalah semangat baru. Sehingga akan muncul lagi gagasan-gagasan baru. Serta mengingatkan kembali kepada para pengambil keputusan tentang makna dan pentingnya KB. Mulai presiden, cabinet, petinggi Negara, politisi, juga ulama. “KB itu penting dan belum saatnya diacuhkan,” kata Sugiri.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Teman-teman LSM KB banyak yang sudah mengundurkan diri, akan dibangkitkan kembali. Kepada para akademisi yang mengambil <em>based</em> kependudukan sudah pada <em>hijrah</em>, padahal masalah belum selesai. “pemikiran kalian semua masih dibutuhkan,” ujar Sugiri.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Terakhir kepada masyarakat, bahwa apa yang dibutuhkan sesuai dengan hak-hak masyarakat akan dipenuhi. Sehingga saling tidak mengecewakan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>“Karena tugas kita mulia, jadi harus dengan penuh semangat kerja keras dan ketulusan agar bisa sukses,” imbuhnya. Dan diungkapkannya mengenai pencitraan yang terakhir yang ingin dibangun kembali oleh BKKBN adalah Citra KB diwilayah NKRI, dimaksudkan bahwa keluarga berencana harus tetap eksis di seluruh wilayah NKRI, karena bukan saja mengendalikan penduduk, tapi juga akan berpengaruh pada kualitas SDM. (Ne)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Kesetaraan Gender Dalam KB</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Komentar sekaligus tanggapan Prof. Dr Musdah Mulia, MPA, selaku pengurus PKBI (perkumpulan keluarga berencana Indonesia) sebagai narasumber dalam acara talkshow Rebranding BKKBN, yakni menitikberatkan pada kesamaan gender.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sebagai aktifis feminisme, banyak pertanyaan yang bilang “kenapa <em>sih</em> KB selalu menjadikan perempuan sebagai akseptor?” karena menurut data, akseptor Laki-laki hanya 1,5% saja. Padahal keluarga yang normal terdiri dari Laki-laki dan Perempuan, Ayah dan Ibu, suami dan istri.dalam membangun keluarga, dua-duanya harus berpartisipasi aktif. “Sebenarnya secara medis, yang lebih aman menjadi akseptor itu laki-laki loh,” ucapnya. Ini menyangkut organ-organ reproduksi laki-laki yang lebih sederhana, sedangkan perempuan lebih rumit dan kompleks.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tapi anggapan yang dibangun dalam masyarakat adalah harus perempuan yang melaksanakan KB. Ini yang harus dirubah. Sebaiknya keluarga bermusyawarah menentukan siapa yang pakai KB. Karena ini tanggung jawab bersama di keluarga. Membangun keluarga bahagia harus melibatkan Ayah dan Ibu, bila sudah punya anak, bisa dilibatkan. Anak bisa ditanya “kira-kira mau punya adik lagi tidak dan mempunyai saudara banyak?”. Tetap dengan mempertimbangkan kemampuan kedua orang tua. Sehingga budaya “banyak anak, banyak rezeki” akan ditinggalkan lama kelamaan dengan sendirinya. Masyarakat lebih berpikir rasional, bahwa itu tidak benar.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Rebranding dalam sudut persamaan gender, menurut Musdah adalah hak dan kesehatan reproduksi. Ketika suami dan istri akan menikah, mereka harus tau sebagai manusia Laki-laki dan Perempuan, apa saja sebenarnya organ-organ reproduksi dan fungsinya dalam perkawinan. Karena kesehatan reproduksi penting sekali. “saya sedih sekali, banyak yang sudah punya anak banyak tidak mengerti kesehatan reproduksi ini,” imbuhnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Persamaan gender adalah persamaan jenis kelamin laki-laki dan perempuan. Bahwa mereka nilai kemanusiaannya sama. Tentu, fungsi mereka berbeda di dalam keluarga. Namun, bukan berarti yang satu lebih tinggi dari lainnya. Sudah punya anak laki-laki mau perempuan, akhirnya tambah lagi sampai dapat dua-duanya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Laki-laki dan perempuan di mata Tuhan sama. Yang sudah punya anak diurus dengan baik. Jangan malah memikirkan belum punya anak laki-laki atau perempuan. Kita harus membangun suatu penilaian di masyarakat bahwa anak, apapun jenis kelaminnya sama saja. Harus disyukuri dan jangan dibeda-bedakan. Lebih baik orangtua mendidik semaksimal mungkin.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dalam upaya rebranding dari sudut persamaan gender itu sendiri, adalah prinsip-prinsip kesetaraan dan keadilan gender itu beradab. Isu hak dan kesehatan reproduksi juga ikut masuk didalamnya. Indonesia kedepan adalah yang tidak mengalami ledakan penduduk. Sehingga tidak mengalami masalah-masalah finansial, ekonomi, dan politik.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Walaupun dalam tujuannya, bila dilihat dari visi dan misi BKKBN masih tetap sama. Tetapi, menurut Musdah, masyarakat kita mengalami masa yang disebut era reformasi dimana semua berhak membebaskan diri dari belenggu otoritarian, yang dianggap sebagai <em>icon</em> periode yang lalu.Kesannya BKKBN maksa. Orang tidak mau KB tapi dipaksa oleh sistem.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sekarang, tugas BKKBN, bagaimana membangun citra baru bahwa membangun keluarga kecil, sehat, bahagia bukanlah program pemerintah semata, tetapi seluruh masyarakat. Maka, partisipasi aktif dari masyarakat harus dibangun bersama-sama.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Melihat Negara naju, keinginan masyarakatnya untuk menikah dini sudah tidak ada sama sekali. Mereka merencanakan untuk menikah dan hamil dengan matang sekali. “Apakah sudah siap?” bukan saja secara biologis, tetapi banyak hal. Bahwa tingkat kesejahteraan Negara terlihat dari seberapa jauh mereka merencanakan bentuk keluarga. “Sehingga harus dibangun di masyarakat kita, bahwa KB tujuannya adalah untuk kesejahteraan masyarakaat,” Ujar Musdah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Melaksanakan segera reformasi pada program juga visi dan misi BKKBN. Bagaimana membangun kesadaran masyarakat dan menjelaskan bahwa Indonesia 2030 jumlah penduduknya 270 juta jiwa. Artinya lebih besar dari jumlah penduduk 6 negara. Mengelola penduduk yang besar itu tidak mudah. Apalagi ada masalah lainnya, seperti ekonomi, sosial, politik, dan lain-lain. Sehingga, kita dituntut untuk realistis. Sebagai megara yang besar, berarti harus siap dengan segala permasalahan yang muncul.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Musdah melihat, bahwa program reformasi ini harus menyangkut bagaimana membangun rekonstruksi budaya. Merubah anggapan budaya yang menganggap “banyak anak akan banyak rezeki” itu tidak realistis.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Musdah juga berharap, bahwa komitmen pemerintah dari 30 tahun yang lalu tidak luntur. Pembangunan bangsa harus berjalan berkesinambungan. Bila sudah ada yang tercapai, yang baik, pada periode lalu terus dikembangkan. Jangan malah memulai kembali. Hanya akan menghabiskan banyak biaya dan waktu. Tetap pertahankan yang baik sepanjang memiliki sisi-sisi baik. Tantangan kedepan semakin banyak. Mudah-mudahan dengan rebranding ini kesadaran masyarakat terbangun kembali.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ternyata program KB untuk mensejahterakan bangsa itu bukan tugas pemerintah saja. Tapi seluruh elemen masyarakat, akademisi, agamawan, dll. “Teman-teman perempuan juga melibatkan dirinya membangun program KB ini melalui tindakan nyata,” ujarnya mengakhiri pembicaraan. (Ne)</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anurannisa.wordpress.com/417/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anurannisa.wordpress.com/417/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anurannisa.wordpress.com/417/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anurannisa.wordpress.com/417/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anurannisa.wordpress.com/417/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anurannisa.wordpress.com/417/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anurannisa.wordpress.com/417/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anurannisa.wordpress.com/417/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anurannisa.wordpress.com/417/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anurannisa.wordpress.com/417/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anurannisa.wordpress.com&blog=4428623&post=417&subd=anurannisa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anurannisa.wordpress.com/2009/04/11/bkkbn-melakukan-rebranding/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f499bb67e1f5bc654a4eb12a6c4bd06d?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">anurannisa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://anurannisa.files.wordpress.com/2009/04/kb.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kb</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>galeri pemilu 2009</title>
		<link>http://anurannisa.wordpress.com/2009/04/11/406/</link>
		<comments>http://anurannisa.wordpress.com/2009/04/11/406/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Apr 2009 14:04:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anurannisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[mind n soul]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anurannisa.wordpress.com/?p=406</guid>
		<description><![CDATA[
Calon anggota legislatif telah ”memberi bukti” aktivisme mereka, yakni mengubah kota menjadi galeri terbuka, dengan isi pameran foto-foto wajah mereka sendiri. Dengan kata lain, haruslah mereka terima pula komentar terhadap ”karya seni” mereka tersebut meski jauh dari konteks yang mereka maksudkan sama sekali, sesuai dengan teori komunikasi mutakhir, bahwa bukan hanya komunikator, tetapi juga yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anurannisa.wordpress.com&blog=4428623&post=406&subd=anurannisa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_402" class="wp-caption alignnone" style="width: 320px"><img class="size-full wp-image-402" title="pks1" src="http://anurannisa.files.wordpress.com/2009/04/pks1.jpg?w=310&#038;h=345" alt="ini salah percetakannya atau syapa ya???" width="310" height="345" /><p class="wp-caption-text">ini salah percetakannya atau syapa ya???</p></div>
<p><span id="more-406"></span></p>
<p>Calon anggota legislatif telah ”memberi bukti” aktivisme mereka, yakni mengubah kota menjadi galeri terbuka, dengan isi pameran foto-foto wajah mereka sendiri. Dengan kata lain, haruslah mereka terima pula komentar terhadap ”karya seni” mereka tersebut meski jauh dari konteks yang mereka maksudkan sama sekali, sesuai dengan teori komunikasi mutakhir, bahwa bukan hanya komunikator, tetapi juga yang memandang foto itu sebagai penerima pesan merupakan produsen makna.</p>
<div id="attachment_410" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><img class="size-full wp-image-410" title="1b1" src="http://anurannisa.files.wordpress.com/2009/04/1b1.jpg?w=300&#038;h=400" alt="ih...jijay bajay...kasian amat seh ga punya baju..." width="300" height="400" /><p class="wp-caption-text">ih...jijay bajay...kasian amat seh ga punya baju...</p></div>
<div id="attachment_411" class="wp-caption alignnone" style="width: 460px"><img class="size-full wp-image-411" title="1c1" src="http://anurannisa.files.wordpress.com/2009/04/1c1.jpg?w=450&#038;h=600" alt="asal caleg nya ga ikut2 kaya mr.bean aja..." width="450" height="600" /><p class="wp-caption-text">asal caleg nya ga ikut2 kaya mr.bean aja...</p></div>
<div id="attachment_413" class="wp-caption alignnone" style="width: 460px"><img class="size-full wp-image-413" title="1d1" src="http://anurannisa.files.wordpress.com/2009/04/1d1.jpg?w=450&#038;h=337" alt="remember 4 something...ohya, paket panas: nasi, ayam, n coke" width="450" height="337" /><p class="wp-caption-text">remember 4 something...ohya, paket panas: nasi, ayam, n coke</p></div>
<div id="attachment_414" class="wp-caption alignnone" style="width: 460px"><img class="size-full wp-image-414" title="1e1" src="http://anurannisa.files.wordpress.com/2009/04/1e1.jpg?w=450&#038;h=337" alt="photonya kebalik...abis biaya cetaknya blom lunas seh..." width="450" height="337" /><p class="wp-caption-text">photonya kebalik...abis biaya cetaknya blom lunas seh...</p></div>
<p>Disebut tentang memapankan hubungan dengan pemilih, maka dapat diperiksa dari cara berbusana: apakah sudah sedaerah, seagama, sealiran, minimal satu selera? Di Yogya, dalam poster besar di tepi sawah, seorang calon anggota legislatif tampak mengenakan surjan dan belangkon, yang berarti jelas ia bermaksud meneguhkan ikatan dengan calon pemilih yang bersemangat kedaerahan.</p>
<p>Segera tampak, betapa pengandaiannya memang terwujudkan dalam bahasa umum yang dominan tersebut: cahaya (asal) terang pada wajah, senyum iklan pasta gigi, rambut rapi jali, yang secara langsung mendorong kesan keyakinan, kemandirian, keteguhan, bahkan keberanian, dan barangkali saja kepemimpinan, tetapi yang semuanya tidak bisa langsung menunjuk kepada kecerdasan maupun keanggunan.</p>
<p>Di antara sejumlah kecenderungan, boleh diperhatikan betapa foto-foto para calon anggota legislatif ini kadang-kadang didampingi atau dilatarbelakangi foto orangtuanya yang heroik, atau ketua partainya. Kepentingan tersembunyinya terlalu jelas: kehebatan orangtuanya tentu menurun kepada anaknya, dan yang disebut orangtuanya ini hampir selalu bapaknya karena tidak penting benar siapa ibunya. Bahwa hanya bapak yang eksis dalam perbincangan jelas menunjuk kepada patriarki, dan bahwa potret diri mesti diiringi orangtua atau ketua partai adalah gambaran langsung dari wacana paternalistik. Menarik bahwa patriarki dan paternalisme itu memang tidak merupakan tabu, sebaliknya bahkan diteladankan, diandalkan, dan diunggulkan.</p>
<p>Dapat dikatakan bahwa siapa pun yang kelak memilih mereka sebetulnya merasa nyaman dan merasa berumah jiwa di dalam wacana tersebut. Wacana dominan yang dalam negosiasinya terhadap ”pluralisme” terkadang menganggap bapak sendiri atau ketua partai saja tidak cukup. Ada yang membawa-bawa Tuhan meski masih tahu diri dengan kalimat ”semoga Tuhan…”, simbol kekuasaan seperti kepala harimau (”raja rimba” ?) atau bahkan tampang David Beckham— tentu bukan Beckham sebagai pemain sepak bola yang dianggap uzur, tetapi Beckham sebagai ”bapak kesuksesan”. Perhatikan bagaimana peleburan kode spiritual, kode kekuasaan, dan kode kesuksesan (”urban”?) tercuatkan dalam tradisi purba (”primitif”?) paternalisme nan patriarkis, yang dalam suatu cara juga meliputi foto-foto perempuan calon anggota legislatif ini. Ah ya, memang ada foto perempuan ketua partai sebagai latar belakang, tetapi yang tidak mengubah wacana patriarkis sama sekali. (seno gumira ajidarma)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anurannisa.wordpress.com/406/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anurannisa.wordpress.com/406/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anurannisa.wordpress.com/406/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anurannisa.wordpress.com/406/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anurannisa.wordpress.com/406/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anurannisa.wordpress.com/406/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anurannisa.wordpress.com/406/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anurannisa.wordpress.com/406/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anurannisa.wordpress.com/406/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anurannisa.wordpress.com/406/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anurannisa.wordpress.com&blog=4428623&post=406&subd=anurannisa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anurannisa.wordpress.com/2009/04/11/406/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f499bb67e1f5bc654a4eb12a6c4bd06d?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">anurannisa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://anurannisa.files.wordpress.com/2009/04/pks1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pks1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://anurannisa.files.wordpress.com/2009/04/1b1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">1b1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://anurannisa.files.wordpress.com/2009/04/1c1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">1c1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://anurannisa.files.wordpress.com/2009/04/1d1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">1d1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://anurannisa.files.wordpress.com/2009/04/1e1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">1e1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>the history of april mop</title>
		<link>http://anurannisa.wordpress.com/2009/04/01/395/</link>
		<comments>http://anurannisa.wordpress.com/2009/04/01/395/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Apr 2009 16:35:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anurannisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[education]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anurannisa.wordpress.com/?p=395</guid>
		<description><![CDATA[April mop (hari bergurau dengan meipu) menjadi senjata kaum kristen untuk membuat lengah umat Islam sebagaimana sejarah valentine. sekitar seribu tahun lalu kekuatan Eropa di bawah kekuasaan umat muslim begitu kokoh tidak mudah dihancurkan. kristen di barat berharap bisa melenyapkan Islam dari seluruh dunia. mulailah mereka mencoba membersihkan Islam dari kawasan Spanyol, tapi selalu gagal. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anurannisa.wordpress.com&blog=4428623&post=395&subd=anurannisa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>April mop (har<img class="alignleft size-full wp-image-396" title="fools" src="http://anurannisa.files.wordpress.com/2009/04/fools.jpg?w=100&#038;h=118" alt="fools" width="100" height="118" />i bergurau dengan meipu) menjadi senjata kaum kristen untuk membuat lengah umat Islam sebagaimana sejarah valentine. sekitar seribu tahun lalu kekuatan Eropa di bawah kekuasaan umat muslim begitu kokoh tidak mudah dihancurkan. kristen di barat berharap bisa melenyapkan Islam dari seluruh dunia. mulailah mereka mencoba membersihkan Islam dari kawasan Spanyol, tapi selalu gagal. mereka kemudian mengirim mata-mata ke Spanyol untuk mempelajari kaum muslimin dan menemukan bahwa kekuatan yang dimiliki muslim adalah taqwa. muslim Spanyol bukan hanya beragama Islam dan membaca Al-quran, tetapi juga bertingkah laku berdasarkan Al-quran. mereka selalu berkata tidak untuk musik, bir, dan segala hal yang dilarang oleh Islam. begitu kristen mengetahui kekuatan muslim, mereka mencari strategi untuk menghancurkannya. mulailah mereka membagikan gratis alkhohol dan rokok kepada kaum muslim. dalam jangka waktu tertentu taktik itu berhasil melemahkan keyakinan kaum muda Islam. hasil dari usaha ini adalah jatuhnya spanyol ke tangan kaum kristen. daerah terakhir yang jatuh dari kekuasaan umat Islam adalah Granada (Ghornata) pada tanggal 1 April. pada peristiwa tersebut kaum muslim dijanjikan akan diberi kebebasan meninggalkan spanyol secara damai, dengan catatan tidak boleh membawa senjata ke pelabuhan. setelah mereka berkumpul disana, mereka dibantai secara keji tanpa ada kesempatan membela diri. sejak saat itu kaum kristen merayakan April Fool&#8217;s Day atau April Mop sebagai hari kehancuran dan kebodohan umat Islam.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anurannisa.wordpress.com/395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anurannisa.wordpress.com/395/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anurannisa.wordpress.com/395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anurannisa.wordpress.com/395/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anurannisa.wordpress.com/395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anurannisa.wordpress.com/395/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anurannisa.wordpress.com/395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anurannisa.wordpress.com/395/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anurannisa.wordpress.com/395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anurannisa.wordpress.com/395/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anurannisa.wordpress.com&blog=4428623&post=395&subd=anurannisa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anurannisa.wordpress.com/2009/04/01/395/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f499bb67e1f5bc654a4eb12a6c4bd06d?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">anurannisa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://anurannisa.files.wordpress.com/2009/04/fools.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">fools</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lirih Bumi</title>
		<link>http://anurannisa.wordpress.com/2009/03/31/388/</link>
		<comments>http://anurannisa.wordpress.com/2009/03/31/388/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2009 12:57:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anurannisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[mind n soul]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anurannisa.wordpress.com/?p=388</guid>
		<description><![CDATA[MERIS EDISI APRIL 2007
(untuk saudara2ku yang terkena musibah)
berita kepada kawan
barangkali disana ada jawabnya, mengapa di tanahku terjadi bencana
mungkin tuhan mulai bosan, melihat tingkah kita
yang selalu salah dan bangga akan dosa-dosa
mungkin alam telah enggan bersahabat dengan kita
tanyakan saja pada rumput yang bergoyang
sepertinya Ebiet G. Ade sendiri tidak ingin mendengar lagunya terus menerus di putar sebagai backsound [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anurannisa.wordpress.com&blog=4428623&post=388&subd=anurannisa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:left;">MERIS EDISI APRIL 2007</p>
<p style="text-align:left;">(untuk saudara2ku yang terkena musibah)</p>
<p style="text-align:left;"><a href="http://www.4shared.com/file/72268377/18ff5b3c/Berita_Kepada_Kawan_-_EBIET_G_ADE_.html">berita kepada kawan</a></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#339966;"><em>barangkali disana ada jawabnya, mengapa di tanahku terjadi bencana</em></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#339966;"><em>mungkin tuhan mulai bosan, melihat tingkah kita</em></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#339966;"><em>yang selalu salah dan bangga akan dosa-dosa</em></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#339966;"><em>mungkin alam telah enggan bersahabat dengan kita</em></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#339966;"><em>tanyakan saja pada rumput yang bergoyang</em></span></p>
<p>sepertinya Ebiet G. Ade sendiri tidak ingin mendengar lagunya terus menerus di putar sebagai backsound akan peristiwa bencana. mungkin pula, sewaktu mencipta lagu tersebut Ebiet tidak pernah menyangka di Negara ini akan terjadi banyak bencana. setiap lagunya diputar seakan menjadi alarm bagi penduduk Indonesia bahwa bencana kembali melanda. belum hilang dalam ingatan, banjir bandang yang menenggelamkan hampir sebagian kota Jakarta. lalu, longsor yang menimbun kota NTT. juga, kedatangan si Lusi (Lumpur Sidoarjo) yang entah kapan penanganannya ditindaklanjuti oleh pemerintah. selain itu, bencana yang disebabkan oleh kelalaian manusia itu sendiri yang terjadi di darat, laut, juga udara. belum selesai pencarian pesawat Adam Air yang hilang di Sulawesi, sudah direpotkan lagi dengan tenggelamnya beberapa kapal laut.</p>
<p>mengapa bumi kejam sekali kepada manusia? sebelum memberi perkataan seperti itu, coba ingat-ingat kembali hal apa yang sudah membuat bumi merasa tidak bersahabat dengan manusia. coba sejenak direnungkan. berusaha mendengar perkataan bumi yang merintih &#8220;oh&#8230;manusia, bukankah engkau makhluk Allah yang paling sempurna. lalu mengapa kau tidak menjaga aku sebagaimana Allah memerintahkan kepadamu. kau malah merusakku! tubuhku banyak lubang akibat ulahmu yang sering menggunduli hutan. aku ketakutan setiap kali kau ciptakan peperangan. tubuhku babak belur karena banyak bahan kimia yang kau ciptakan. kau selalu tidak sadar bila sampah yang kau buang sembarangan membuat wajahku jelek. wahai Allah, mengapa engkau biarkan mereka terus menyakitiku? aku hanya ingin mereka menjagaku. bukankah itu untuk kebaikan mereka juga. untuk apa Kau pancangkan gunung2 sebagai pasak. dan Kau lebarkan permadani diatas bumi, kalau bukan untuk dipelihara,&#8221; ujar bumi dengan merana.</p>
<p>Allah maha segalanya, Dia mendengar keluhan bumi. tetapi Allah tetap bermurah hati. Allah menyuruh bumi untuk bersabar dan menunggu manusia sadar dan akhirnya bertobat.</p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#339966;"><em>kemanakah lagi kutanyakan semuanya</em></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#339966;"><em>kepada karang? kepada ombak? kepada matahari?</em></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#339966;"><em>tetapi semua diam, tetapi semua bisu</em></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#339966;"><em>tinggalah ku disini, terpaku menatap langit</em></span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anurannisa.wordpress.com/388/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anurannisa.wordpress.com/388/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anurannisa.wordpress.com/388/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anurannisa.wordpress.com/388/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anurannisa.wordpress.com/388/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anurannisa.wordpress.com/388/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anurannisa.wordpress.com/388/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anurannisa.wordpress.com/388/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anurannisa.wordpress.com/388/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anurannisa.wordpress.com/388/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anurannisa.wordpress.com&blog=4428623&post=388&subd=anurannisa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anurannisa.wordpress.com/2009/03/31/388/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f499bb67e1f5bc654a4eb12a6c4bd06d?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">anurannisa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>lanjutan imunisasi</title>
		<link>http://anurannisa.wordpress.com/2009/03/31/381/</link>
		<comments>http://anurannisa.wordpress.com/2009/03/31/381/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2009 12:15:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anurannisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[children]]></category>
		<category><![CDATA[healthy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anurannisa.wordpress.com/?p=381</guid>
		<description><![CDATA[jenis penyakit yang dapat ditangkal dengan 5 imunisasi dasar lengkap:

Hepatitis B, penyakit yang dapat disebabkan oleh virus Hepatitis B, menyerang hati dan dapat bersifat mendadak atau menahun. virus ini bila menginfeksi bayi, sebagian besar akan menjadi kronis yang mengakibatkan pengerasan hati (Cirhosis hepatis) dan kanker hati (Hepato cellular carsinomata), serta mengakibatkan kematian. penularan, melalui darah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anurannisa.wordpress.com&blog=4428623&post=381&subd=anurannisa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>jenis penyakit yang dapat ditangkal dengan 5 imunisasi dasar lengkap:</p>
<ol>
<li><strong>Hepatitis B</strong>, penyakit yang dapat disebabkan oleh virus Hepatitis B, menyerang hati dan dapat bersifat mendadak atau menahun. virus ini bila menginfeksi bayi, sebagian besar akan menjadi kronis yang mengakibatkan pengerasan hati (Cirhosis hepatis) dan kanker hati (Hepato cellular carsinomata), serta mengakibatkan kematian. <span style="text-decoration:underline;">penularan</span>, melalui darah yang masuk melalui alat suntik yang tercemar, hub seksual, atau melalui ibu yang terinfeksi hepatitis B ke bayi selama proses persalinan. <span style="text-decoration:underline;">gejala</span>, selera makan hilang, rasa tidak enak di perut, mual sampai muntah, nyeri dan rasa penuh pada perut sisi kanan atas, demam tidak tinggi, kadang2 disertai nyeri sendi. setelah satu minggu timbul gejala, selaput mata dan kulit tubuh berwarna kuning dan air seni berwarna coklat.</li>
<li><strong>Tuberkulosis</strong>, penyakit batuk2 lama (kronis) yang disebabkan oleh basil tuberkulosis (Mycobacterium tuberculosa) yang menyerang paru, kelenjar, tulang, sendi, kulit, dan selaput otak (disebut juga batuk darah). <span style="text-decoration:underline;">penularan</span>: melalui pernafasan (terhirup), bersin atau batuk (percikan air ludah) penderita.<span style="text-decoration:underline;"> gejala</span>: anak sering batuk dengan demam dalam waktu lama dan berkeringat pada malam hari. berat badan kurang, lesu, kelenjar leher membesar, kadang2 diikuti dengan koreng yang tidak sembuh2.</li>
<li><strong>Polio (poliomyelitis)</strong>, penyakit yang disebabkan oleh virus polio. <span style="text-decoration:underline;">penularan</span>: melalui makanan/minuman yang terkontaminasi atau tercemari tinja/kotoran manusia yang terinfeksi virus polio. <span style="text-decoration:underline;">gejala</span>: lumpuh layuh mendadak, nyeri pada tungkai.</li>
<li><strong>Difteri</strong>, penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh racun yang dikeluarkan basil difteri (Corynecbacterium diphthereae). penyakit ini menimbulkan demam mendadak dan sakit pada tenggorokan dan hidung. penyakit difteri dapat menimbulkan komplikasi berupa gangguan pernapasan (sumbatan jalan nafas), kelumpuhan otot pernafasan, atau gangguan jantung. <span style="text-decoration:underline;">penularan</span>: melalui pernafasan/udara (batuk/bersin). <span style="text-decoration:underline;">gejala</span>: demam mendadak, radang pada tenggorokan, hilang nafsu makan, sakit waktu menelan, sesak nafas.</li>
<li><strong>Pertusis</strong>, menrupakan penyakit infeksi akut pada saluran pernafasan yang disebabkan oleh racun yang dikeluarkan basil pertusis (Bordetella pertusis). penyakit yang disebut juga batuk rejan atau batuk 100 hari ini, sering menimbulkan kematian karena radang paru-paru atau perdarahan otak. <span style="text-decoration:underline;">penularan</span>: melalui udara (percikan ludah dari batuk/bersin penderita). <span style="text-decoration:underline;">gejala</span>: bayi menderita batuk dan pilek, dengan hidung berair dan disertai panas. batuk tidak hilang walaupun sudah minum obat. malam hari batuk bertambah hebat, didahului dengan nafas dalam. batuk tidak dapat berhenti sampai diakhiri muntah. timbul perdarahan pada selaput mata dan menjadi bengkak.</li>
<li><strong>Tetanus</strong>, penyakit kejang yang disebabkan oleh racun yang dikeluarkan basil tetanus (Clostridium tetani). yang paling mudah terserang tetanus adalah bayi usia kurang dari 1 bulan. karena perawatan tali pusar setelah persalinan tidak steril dan ibunya belum pernah mendapat imunisasi TT. komplikasi tetanus adalah patah tulang akibat kejang, pneumonia, dan infeksi lain. <span style="text-decoration:underline;">penularan</span>: melalui kotoran yang masuk ke dalam luka (tidak menular dari orang ke orang). <span style="text-decoration:underline;">gejala</span>: tiba2 bayi tidak mau menyusu, ketika menyusu mulut nya seperti ikan, demam atau kejang.</li>
<li><strong>Campak</strong>, penyakit akut yang disebabkan oleh virus campak (Paramyxovirus viridae measles) bersifat sangat menular, yang menimbulkan demam dan merah2 pada kulit. penyakit ini berbahaya karena dapat menyebabkan komplikasi seperti radang paru dan otak. <span style="text-decoration:underline;">penularan</span>: melalui udara pernafasan (percikan ludah penderita) dan kontak langsung. <span style="text-decoration:underline;">gejala</span>: panas tinggi, mata merah dan sakit bila terkena cahaya, batuk atau pilek, serta timbul bercak2 merah pada kulit.</li>
</ol>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anurannisa.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anurannisa.wordpress.com/381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anurannisa.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anurannisa.wordpress.com/381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anurannisa.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anurannisa.wordpress.com/381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anurannisa.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anurannisa.wordpress.com/381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anurannisa.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anurannisa.wordpress.com/381/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anurannisa.wordpress.com&blog=4428623&post=381&subd=anurannisa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anurannisa.wordpress.com/2009/03/31/381/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f499bb67e1f5bc654a4eb12a6c4bd06d?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">anurannisa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>5 Imunisasi Dasar Lengkap</title>
		<link>http://anurannisa.wordpress.com/2009/03/30/5-imunisasi-dasar-lengkap/</link>
		<comments>http://anurannisa.wordpress.com/2009/03/30/5-imunisasi-dasar-lengkap/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Mar 2009 13:39:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anurannisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[children]]></category>
		<category><![CDATA[healthy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anurannisa.wordpress.com/?p=375</guid>
		<description><![CDATA[saya mau menulis ini karna &#8216;pesenan&#8217; dari seseorang yang ingin menjadi ayah yang baik (InsyaAllah), special 4 u!
Imunisasi adalah upaya memberikan kekebalan aktif kepada seseorang dengan cara memberikan vaksin. dengan imunisasi, seseorang akan memiliki kekebalan terhadap penyakit. sebaliknya, bila tidak, akan mudah terkena penyakit infeksi berbahaya.
vaksin adalah produk biologis yang berasal dari virus, atau bakteri [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anurannisa.wordpress.com&blog=4428623&post=375&subd=anurannisa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="aligncenter size-full wp-image-379" title="bayi" src="http://anurannisa.files.wordpress.com/2009/03/bayi.jpeg?w=130&#038;h=98" alt="bayi" width="130" height="98" />saya mau menulis ini karna &#8216;pesenan&#8217; dari seseorang yang ingin menjadi ayah yang baik (InsyaAllah), special 4 u!</p>
<p>Imunisasi adalah upaya memberikan kekebalan aktif kepada seseorang dengan cara memberikan vaksin. dengan imunisasi, seseorang akan memiliki kekebalan terhadap penyakit. sebaliknya, bila tidak, akan mudah terkena penyakit infeksi berbahaya.</p>
<p>vaksin adalah produk biologis yang berasal dari virus, atau bakteri penyakit yang telah dilemahkan/dimatikan atau rekombinan, yang digunakan untuk menangkal penyakit. kehadiran vaksin dalam tubuh manusia akan mendorong reaksi perlawanan terhadap virus atau bakteri dari penyakit yang bersangkutan.</p>
<p>pada dasarnya semua orang perlu diimunisasi, terutama orang2 yang berisiko tinggi terkena penyakit, seperti: bayi, anak usia balita, anak sekolah, wanita hamil, wanita usia subur (WUS). ada 2 cara melakukan imunisasi yaitu, oral dan penyuntikan.</p>
<p>pemberian imunisasi yang terbaik adalah pemberian yang tepat jadual. bila tidak, perlindungan terhadap penyakit yang ingin ditangkal, menjadi tidak optimal.boleh ditunda, bila kondisi anak sedang sakit. bila anak sudah sehat segera lengkapi imunisasinya.</p>
<p><strong>nah,  kelima jenis imunisasi yang harus diperoleh anak, yaitu:</strong></p>
<ul>
<li>BCG diberikan 1 kali (pada usia 1 bulan)</li>
<li>DPT diberikan 3 kali (pada usia 2,3,dan 4 bulan)</li>
<li>Polio diberikan 4 kali (pada usia 1,2,3, dan 4 bulan)</li>
<li>Campak diberikan 1 kali (pada usia 9 bulan)</li>
<li>Hepatitis B diberikan 1 kali (pada usia 0-7 hari)</li>
</ul>
<p><strong>apa yang dimaksud dengan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI)?</strong></p>
<p>KIPI adalah kejadian sakit yang mungkin timbul setelah imunisasi. kejadian ini umumnya terjadi dalam masa satu bulan setelah imunisasi.</p>
<ol>
<li>BCG = setelah 2 minggu akan terjadi pembengkakan kecil dan merah di tempat suntikan. setelah 2-3 minggu kemudian pembengkakan menjadi abses kecil yang menjadi luka dengan garis tengah sekitar 10 mm. jangan diberi obat apapun, dan biarkan luka tetap terbuka. luka tersebut akan sembuh dengan sendirinya dan meninggalkan parut yang kecil.</li>
<li>DPT = kadang2 bayi menderita panas setelah mendapat vaksin ini. tetapi panas ini umumnya akan sembuh dalam 1-2 hari. sebagian bayi merasa nyeri, sakit, merah atau bengkak di tempat suntikan. sedangkan sebagian bayi lainnya tidak. keadaan ini tidak berbahaya dan tidak perlu pengobatan, akan sembuh sendiri.</li>
<li>Polio = tidak ada efek samping</li>
<li>Campak = anak mungkin panas pada hari ke 5-12 sesudah suntikan. kadang2 disertai kemerahan pada kulit seperti campak. hal ini adalah gejala penyakit campak ringan dan umumnya setelah 1-2 hari akan hilang.</li>
<li>Hepatitis B = tidak ada efek samping</li>
</ol>
<p><strong>apa yang perlu disampaikan kepada ibu yang anaknya demam setelah diimunisasi?</strong></p>
<ul>
<li>lebih sering meneteki (ASI) dari biasanya, untuk menjamin bayi/anak menerima cukup zat cair.jika bayi berusia lebih dari 6 bulan boleh diberi tambahan air minum.</li>
<li>memberikan obat penurun panas dengan dosis sesuai anjuran dokter.</li>
<li>mengompres dahi bayi dengan menggunakan kain yang dibasahi air hangat.</li>
<li>membawa bayi ke dokter atau layanan kesehatan jika demam berlanjut.</li>
</ul>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anurannisa.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anurannisa.wordpress.com/375/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anurannisa.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anurannisa.wordpress.com/375/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anurannisa.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anurannisa.wordpress.com/375/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anurannisa.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anurannisa.wordpress.com/375/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anurannisa.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anurannisa.wordpress.com/375/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anurannisa.wordpress.com&blog=4428623&post=375&subd=anurannisa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anurannisa.wordpress.com/2009/03/30/5-imunisasi-dasar-lengkap/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f499bb67e1f5bc654a4eb12a6c4bd06d?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">anurannisa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://anurannisa.files.wordpress.com/2009/03/bayi.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">bayi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://anurannisa.wordpress.com/2009/03/10/370/</link>
		<comments>http://anurannisa.wordpress.com/2009/03/10/370/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Mar 2009 13:36:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anurannisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[religion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anurannisa.wordpress.com/?p=370</guid>
		<description><![CDATA[
12 Rabiul Awal 1430 H/9 Maret 2009


&#8220;Tiadalah Kami mengutus engkau (wahai Muhammad) melainkan untuk menjadi Rahmat bagi sekalian alam.&#8221;  (QS. al- Anbiya : 107)
Dalam mengemban misi dakwahnya, umat Islam percaya bahwa Muhammad diutus Allah untuk menjadi Nabi bagi seluruh umat manusia, sedangkan nabi dan rasul sebelumnya hanya diutus untuk umatnya masing-masing seperti halnya Nabi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anurannisa.wordpress.com&blog=4428623&post=370&subd=anurannisa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><!--[if gte mso 9]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]-->12 Rabiul Awal 1430 H/9 Maret 2009</p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;">
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;">
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="color:#0000ff;"><strong><em><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;" lang="SV">&#8220;Tiadalah Kami mengutus engkau (wahai Muhammad) melainkan untuk menjadi Rahmat bagi sekalian alam.&#8221; </span></em></strong><em><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;" lang="SV"> (QS. al- Anbiya : 107)</span></em></span></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam mengemban misi dakwahnya, umat Islam percaya bahwa Muhammad diutus Allah untuk menjadi Nabi bagi seluruh umat manusia, sedangkan nabi dan rasul sebelumnya hanya diutus untuk umatnya masing-masing seperti halnya Nabi Musa yang diutus Allah kepada kaum Bani Israil.</p>
<p style="text-align:justify;">Tepat tanggal 12 Rabiul Awal diperingati sebagai hari kelahiran Nabi Muhammad (teladan sejati umat Islam) atau juga disebut Maulid Nabi. Mungkin kalo disini  diceritain mengenai perjalanan hidup dan segala peristiwa sejarah mengenai baginda Rasulullah, saya yakin sudah khatam bolak balik ceritanya. Secara subtansi, peringatan ini adalah ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Rasulullah Muhammad SAW.</p>
<p style="text-align:center;" align="center">Muhammad, dalam bahasa Arab berarti &#8220;dia yang terpuji&#8221;</p>
<p style="text-align:center;" align="center"><em>Telah berkata Sayidina Abu Bakar As Siddiq ra Barangsiapa membelanjakan satu dirham atas membaca Maulidin Nabi SAW, adalah dia sahabatku di dalam Syurga.&#8221;</em></p>
<p><em>Al Imam Asy Syafie Rahimahullahu Taala menyatakan, Barangsiapa berkumpul kerana majlis Maulidin Nabi SAW dengan mendatangkan makanan dan menyediakan tempat serta membuat baik maka jadilah sebagai sebab bacaan itu, Allah SWT membangkitkannya pada hari kiamat kelak berserta para siddiqin dan syuhada, para solehin dan adalah dia di dalam syurga An Na&#8217;im.&#8221;<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></em></p>
<p style="text-align:justify;">Wolfgang van Goethe, seorang penyair Jerman abad 18 begitu tinggi menjunjung sosok nabi Muhammad. Ia menganggap Rasulullah sebagai seorang promotor revolusi sosial yang membawa nilai keadilan dan persaudaraan. Bahkan ketika Rasulullah mengajarkan Al-Quran, Goethe dengan lantang mengakui, &#8220;kitab ini akan tetap mendapat tempat melampaui seluruh massa dan mempunyai pengaruh yang kuat.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Pada tahun 1771 dan tahun 1772, ia berinteraksi langsung dengan Al-Quran dan mulai fasih berbicara dengan Islam dan nabi Muhammad. Sebagian pemikir Jerman menganggap Goethe benar-benar masuk Islam, karena tulisannya yang banyak memuja Muhammad, pembawa risalah Islam. ia seakan tak pernah merasa puas dalam menyebutkan keagungan dan kekuatan pribadi Muhammad dalam karya-karyanya. Bahkan di saat orang-orang menuduh bahwa Muhammad adalah penipu dan tukang sihir, Goethe dengan lantang menyatakan bahwa &#8220;Bagaimana pun saya tidak akan pernah mampu melihat bahwa Muhammad seorang penipu.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Sementara itu, Michael H. Hart pada tahun 1978 menerbitkan buku berjudul 100 Tokoh Paling Berpengaruh Dalam Sejarah. Yang menduduki urutan nomor satu, orang yang paling berpengaruh adalah Muhammad, Pendiri Islam, Penguasa Arabia. Pada tahun 1992, buku ini dicetak kembali dengan beberapa revisi terhadap urutannya. Diantaranya ada yang diturunkan urutannya yaitu tokoh komunis seperti Lenin dan Joseph Stalin, kemudian dikenalkan Mikhail S. Gorbachev. Edisi ini juga memuat Edward de Vere menggantikan William Shakespeare. Henry Ford juga dimasukkan, menggantikan Pablo Picasso. Nabi Muhammad, sampai saat ini masih tetap pada urutan pertama, diakui sebagai orang yang membawa pengaruh paling besar dalam sejarah hidup manusia. Kedudukan dan kemuliaannya tidak tergantikan oleh siapapun.</p>
<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><br />
<!--[if gte mso 9]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal"><a href="http://www.riskaonline.org/">www.riskaonline.org</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anurannisa.wordpress.com/370/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anurannisa.wordpress.com/370/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anurannisa.wordpress.com/370/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anurannisa.wordpress.com/370/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anurannisa.wordpress.com/370/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anurannisa.wordpress.com/370/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anurannisa.wordpress.com/370/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anurannisa.wordpress.com/370/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anurannisa.wordpress.com/370/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anurannisa.wordpress.com/370/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anurannisa.wordpress.com&blog=4428623&post=370&subd=anurannisa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anurannisa.wordpress.com/2009/03/10/370/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f499bb67e1f5bc654a4eb12a6c4bd06d?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">anurannisa</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>