Daily

beautiful gift this morning

awal Juli 2008

Pagi ini ma pulang dari rangkaian dinas luar kotanya, kalo ga salah kalimantan, NTT, sama Riau. Acara ma kerja ke luar kota begini udah berlangsung dari ne kecil. Jadi anak pembantu gapapa deh, asal jangan mirip pembantu aja. Seperti biasa, paling ma bawa in makanan khas daerah yang abis dikunjungin. Itupun, menurut ceritanya banyak yang dibeliin partner yang ngundang kerja disana. Bukan beli sendiri dan tidak banyak. Kalo ne pesen oleh2, harus disebutin apa? Ma ga mau ne jawab “terserah”. Soalnya akhirnya malah bakal cuma jadi ‘sampah’. Kebanyakan juga ma beli nya yang ne ga suka. Tapi pagi ini, supris! Ma beli in ne gelang cantik dari kalimantan. Materialnya perak dengan batu-batu kecil berwarna hitam. Thanxs mom for u’re special beautifull gift this morning. Ne suka dan itu sukses bikin ne seneng di antara puing2 perasaan ne yang lagi hancur lebur.

Udah seminggu ini, ga tau kenapa perasaan ne lagi sedih terus. Mungkin ekspektasi ne terhadap satu hal terlalu berlebihan, sehingga ketika tidak sesuai harapan, hal itu seakan menjadi boomerang. Ya, senjata yang berbalik arah. Jadi selama seminggu ini ne lagi butuh banget temen2 ne. dari satu malem ke malem lainnya, abis pulang kerja ne ngumpul ma temen2 yang berbeda komunitas. Dengerin cerita mereka yang beragam, membuat ne lupa akan hal menyedihkan tersebut.

Walaupun bisa jadi, hal menyedihkan tersebut tidak sengaja diperbuat seseorang terhadap ne. tapi kenapa itu semua sampai saat ini tidak menemukan jalan keluarnya? Bukankah waktu yang diberikan sudah tersedia. Ne cuma berpikir, waktu itu belum cukup, jadi bersabarlah saran yang paling baik untuk ditemani.

Bila sampai detik ini, ne masih berharap sesuatu yang sudah meninggalkan ne, apakah boleh? Ayat Allah dalam sebuah hadist Qudsi “Aku mengikuti persangkaan hamba-Ku pada-Ku, jika persangkaannya baik maka baiklah yang didapatkan, jika persangkaannya buruk maka buruklah yang didapatkannya,” selanjutnya hadits Qudsi tersebut juga dilengkapi perkataan Allah: “Mintalah kepadaku niscaya kuperkenankan kepadamu.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s