religion

ITSAR

Mendahulukan kepentingan saudaranya, berat memang. Sudah setahun ini saya berusaha untuk membiasakan dalam keseharian. Satu kali, saya sedang mengupas buah jeruk. Karena ingin Itsar, sebelum saya memakannya, terlebih dulu saya tawarkan ke teman-teman. Komentarnya: “kenapa ne? pasti asem deh, ko nawarin duluan.”

Hiks!

Apa yang saya lakukan memang masih jauh dibanding perbuatan para nabi dan sahabatnya. Zaman sudah semakin maju, dan memudahkan kita untuk melakukan sesuatu atau membantu orang lain. dalam sehari-hari mungkin bisa dipraktekan di angkutan umum untuk memberikan tempat duduk kepada yang lebih tua. atau mempersilahkan teman meminjam peralatan yang dibutuhkan. Dahulu ada cerita: seseorang bernama Masyruq mempunyai banyak hutang, begitu juga saudaranya yang bernama Khaitsamah. Lalu Masyruq pergi membayar hutang Khaitsamah, sedangkan Khaitsamah sendiri tidak tahu akan hal itu. kemudian, ada juga sebuah riwayat bahwa seorang khalifah pernah menyuruh untuk membunuh tiga orang shalih. Salah satunya mengajukan diri untuk dibunuh terlebih dulu. Khalifah terkejut, lalu orang shalih itu hanya menjawab: “aku senang mengutamakan saudaraku hidup pada saat-saat seperti ini.”

Itsar adalah interaksi yang harmonis, pengutamaan yang unik, kesatuan persaudaraan yang besar, kecintaan hati yang ikhlas, pengorbanan yang tulus dan rela menyenangkan saudaranya. Alangkah indahnya kata-kata mereka dalam hal ini:

“saudaramu sejati adalah yang menyertaimu dalam suka dan duka, yang mau berkorban untuk kepentinganmu, yang selalu bersimpati kepadamu dalam kebenaran yang menyatu dengan dirimu”

Imam Ghazali menyebutkan di dalam kitab Ihya ‘Ulumu Al-Din, “seorang sahabat Rasulullah SAW dihadiahi kepala kambing, lalu sahabat tersebut berkata: “si fulan lebih memerlukan daripada aku. Kemudian kepala kambing tersebut diberikan kepada si fulan tersebut. Tetapi yang dikirimi, mengirimkan lagi kepada yang lain yang dia pandang lebih membutuhkan. Dan yang dikirimi mengirimkan lagi kepada yang lain. Demikian seterusnya sehingga kepala kambing tersebut berputar-putar dan akhirnya kembali lagi kepada pemilik yang pertama, sesudah berputar-putar lewat tujuh orang (Riwayat dari Ibnu Umar).

“siapa yang mendahulukan kepentingan saudaranya, akan dimudahkan Allah di akhirat.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s