Daily

Nostalgila

Ahad pagi berangkat ke Wanayasa, tengah-tengahnya dari Purwakarta n Bandung. Sama ma, pa, n kakak salsa. Dengan berat hati ikut karena pa maksa. Setelah sebelumnya dijanjikan ‘maenan’ baru, yang sudah lama saya idam-idamkan. Ma’acih pap! Di sepanjang perjalanan dalam kota, suasana adem ayem aja. Jalanan longgar, tidak ada tanda-tanda ada perlombaan besar. Di sebelah rumah juga ada lapangan, biasanya selalu ramai perlombaan, tapi tidak untuk tahun ini. Pada kemane neh warga Jakarte?

Keluar dari tol Cikampek, baru sedikit terasa perubahan. Mobil tidak bisa jalan karena ada pawai. Membentuk barisan sangat panjang dengan atribut yang bermacam-macam. Sampai tukang jualan makanan yang pake gerobak, semangat ikut-ikutan menghias barang dagangannya. Semua warga Purwakarta turun ke jalan. Padahal matahari lagi terik-teriknya. Salut juga deh, kalo saya mungkin mikir 2 kali mau panas-panasan kayak gitu. Oh ya, hari Sabtunya, saya juga lihat ada pawai, waktu ke rumah rekanannya ma di pedalaman Bojong Gede. (udah daerahnya Bojong Gede, di pedalemannya lagi…ga kebayang kan?) pawai yang ini berbeda, anak-anaknya pakai sarung dan baju ngaji. Karena pada malam hari, jadi masing-masing baris dilengkapi obor dari bambu. Cahaya dari obor itu membentuk garis panjang di tengah rumah penduduk yang minim lampu, seru! Anak-anaknya pada mudah diatur lagi, jadi tidak mengganggu pengguna jalan. Kalau di Jakarta mungkin jarang sekali ya ada yang seperti itu.

Lewat jalanan di Purwakarta, saya teringat pada waktu magang buat skripsi. Tepatnya, di PT. Spun Yarns Synthetics Indorama, Purwakarta, bagian safety. Kadang-kadang bantu orang pilokliniknya juga. Selama kurang lebih 3 bulan bolak-balik Depok-Purwakarta. Selama magang, saya harus rela tidak berorganisasi, hasilnya kena Thypus. Udah gitu ga bisa online lagi, I cant live without internet. Tapi skripsi saya akhirnya rampung juga. jadi, sekarang nostalgila gitu deh.

Sampe di tempat peristirahatan keluarga, sudah ada om dan tante yang dari Kebayoran. Udaranya sejuk banget. Airnya juga duingin. Tidurnya larut malam, dihabiskan dengan bermain gamehouse ‘Jewel Quest’ sama ma. Akhirnya terkena virus gamehouse juga dari ma yang maniak ng-games. Hasilnya memang jago-an ma. Ga bisa lomba balap karung n makan kerupuk, lomba games aja deh.

Paginya sudah harus pulang, karena masih ada liputan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s