fiction

dari Laskar Pelangi

Memberilah sebanyak-banyaknya, jangan menerima sebanyak-banyaknya

Kata-kata pak Harfan didalam buku Laskar Pelangi. Satu-satunya filosofi yang saya ingat dari buku tersebut. Buku yang saya baca 2 tahun lalu, bulan puasa tahun 2006. saya masih ingat, waktu buku itu saya bawa ke kampus, temen-temen pada bilang, “buku apaan tuh ne? Ko pengarangnya ga terkenal seh?” sampe saya selese bacapun, tidak bisa berdiskusi mengenai isi buku itu ke siapa2, karena belom ada yang baca.

Setahun kemudian, ketika atmosfer keharuan dari buku itu telah menguap. Baru ada yang ngajak discusse, gw udah lupa….

Seperti biasa, kalo cerita di novel dijadiin film, pasti kritikannya senada: enggak sebagus novelnya. Saya sih, enggak mau membanding-bandingkan. Karena sudah jelas, novel dan film adalah suatu karya yang berbeda.

Saya juga bukan kritikus film, jadi tidak mau berbicara tentang kekurangannya. Saya hanya penikmat seluruh genre film dan semua karya. Untuk laskar pelangi, bagi saya, novel dan filmnya, masing-masing punya karakter yang kuat. Dialog dan celoteh sederhananya, menjadi keunggulan dari film ini. Anak-anak laskar pelangi lutju banget. Setelah di film kan, saya paling suka sama Mahar. Tokohnya ‘nyastra’ banget. Seperti kata-katanya:

Jangan berpikir bila sedang jatuh cinta

semua, yang ada hanya keindahan

bunga-bunga bermekaran

Tontonan yang menghibur dan ada nilai edukasi. Dibanding nonton suami-suami yang takut sama istrinya. Sekarang, pekerjaan saya berhubungan dengan pendidikan di negeri ini. Ngeliput sekolah yang lebih terpencil dan penuh kisah menyedihkan, bukan hal baru. Apalagi buat reporter yang udah lama disini. Belum lama, pemenang guru berdedikasi 2008, diumumkan di Depdiknas, langsung oleh Mendiknas. Kata teman saya, yang mewawancarai Naftali Asmuruf , salah satu pemenang tersebut, di Manokwari, papua, beliau sampe nyebrang pulau dan melewati jalan rusak parah, untuk dapat mengajar. Perjalanannya juga penuh bahaya yang riskan kecelakaan.

Sedikit cerita dari banyak potret pendidikan kita di kantor saya. Jadi, nonton film ini, mungkin bukan hal menarik lagi. “Selama ini, sering saya menjumpai sekolah dengan kondisi seperti itu dengan guru-guru yang kisahnya tak kalah luar biasa,” Kata mas fathoni.

janganlah engkau percaya dengan asmara
Sekarang bukan bermenung dalam termenung
Mari bersama oh sayang memetik bulan

Mari menyusun seroja bunga seroja
(lirik lagu Seroja)

Penggambaran ikal waktu lagi fall in love juga dibuat unik. Enggak biasa, seperti layaknya film-film lain yang menceritakan seseorang

jatuh cinta. Cahaya dan bunga warna-warni menyinari muka ikal yang berseri. Dan adegan ketika ikal patah hati juga diibaratkan dengan barang kelontong yang berjatuhan.

Dialek Melayu dan properti jadul juga lengkap di film ini. Mobil dan sepedamotor kuno, plang di PN Timah yang berejaan lama. Musik dangambarnya juga jernih.

Ada satu comment yang bilang laskar pelangi film yang ga bermutu, cuma gara-gara di situ ada Tora Sudiro dan Cut Mini. Plis deh! Persaingan pasar tetep aja jalan. Mang ga butuh modal. Terlepas dari kelebihan dan kekurangannya, film ini cukup menumbuhkan mimpi bagi penontonnya.

5 thoughts on “dari Laskar Pelangi

  1. “Selama ini, sering saya menjumpai sekolah dengan kondisi seperti itu dengan guru-guru yang kisahnya tak kalah luar biasa,” Kata mas fathoni…hehehe..jadi malu..

  2. saya pikir diknas perlu membuat festival film dokumenter tentang pendidikan di Indonesia, biar kisah guru-guru yang luar biasa tersebut menjadi inspirasi bagi yang lainnya

  3. bulan Nopember besok, bertepatan dengan hari guru, Insya Allah, film dokumenter tentang guru2 berprestasi dan berdedikasi tahun 2008 ini bakal dilaunch. tapi kata mas fathoni belom diedit tuh…

  4. Waduh….Mang Film Indonesia tidak akan bisa sebagus FILM LUAR NEGERI…Apalagi Kalau film yang diangkat dari novel, kebanyakan lari dari cerita yang dibukukan. Shock dengan film AAC yang tidak sesuai dengan bukunya, Mungkin Film Laskar Pelangi sedikit bisa menghibur masyarakat film Indonesia yang mulai kecewa dengan para `Pembuat Film` asal Indonesia.

  5. saya belum nonton laskar pelangi tapi yang jelas novelnya itu asik banget
    buat anurannisa lam kenal yah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s