education

selamat hari guru

setiap tanggal 25 Nopember kita selalu merayakan hari guru.

saya cuma mau mencuplikan sedikit isi dari roman milik Pramudya, karya berjudul “Pasarmalam” bercerita tentang kegigihan seorang Ayah yang menjadi guru.

“…ayah sendiri pernah mendapat tawaran jadi anggota perwakilan daerah. Dan ayah menolak angkatan itu.”

“menolak? Bukankah itu suatu kesempatan baik untuk memperbaiki keadaan masyarakat?” aku bertanya.

“aku tidak tahu. Hanya saja ayah bilang begini, perwakilan rakyat? Perwakilan rakyat hanya panggung sandiwara. Dan aku tidak suka menjadi badut-sekalipun badut besar. Dan ayah tetap menolak. Ayah pun pernah mendapat tawaran jadi kordinator pengajaran untuk mengatur pengajaran untuk seluruh daerah Pati. Tapi ayah menolak juga dan bilang, tempatku bukan di kantor. Tempatku ada di sekolahan. Ya, barangkali pendiriannya yang seperti itu juga yang menyebabkan ayah tak mau meneruskan jadi pengawas sekolah, dan kembali menjadi guru. Dan ayah bilang juga, kita guru-guru di tanahair kita ini jangan sampai kurang seorang pun juga.”

“ya,” kataku tak bertujuan. (hal. 65)

—————————-

Semua adik-adikku duduk di bale di tentang ranjang ayah.

“aku tak mau jadi ulama,” sambung ayah dengan suara tegas. “aku mau jadi nasionalis,” diam lagi. “karena itu aku jadi guru.” Diam lagi. “membukakan pintu hati anak-anak untuk pergi ke taman–,” tertahan sebentar, “patriotisme. Dengar?”

“dengar, Bapak.”

“mengerti?”

“mengerti, bapak.”

“karena itu aku jadi nasionalis.” Diam sebentar lagi.

“berat, anakku,” diam lagi. “sungguh berat jadi seorang nasionalis.”

Namun olehku mata ayah bersinar sedikit. Dan aku menyahut:

“ya, bapak.”

“karena itu aku memilih jadi guru.”

“ya, bapak.”

“jadi lembaga bangsa.”

Hatiku mulai tersayat oleh kata-katanya yang akhir itu.

“tapi aku rela jadi nasionalis. Aku rela jadi qurban semua ini.”

Sekali ini aku tak bisa menahan hatiku lagi. Peganganku pada ayah kueratkan dan tersontaklah tangisku—(hal. 88)

menularkan semangat optomisme, dibalik banyak nya berita guru yang menyedihkan saat ini. seminggu ini saja saya sudah membaca 3 kasus guru yang melakukan perbuatan asusila terhadap anak muridnya. ehm…memprihatinkan.

tapi saya yakin, guru yang menghabiskan banyak pikiran dan tenaganya untuk kemajuan bangsa lebih banyak daripada itu. beberapa bulan yang lalu, dalam sehari saya mewawancarai 4 kepala sekolah dari berbagai propinsi. subhanallah! perjuangan nya luar biasa.

buat mba kie dan teman-temanku lainnya yang jadi guru, selamat hari guru.ketika seorang guru berangkat ke sekolah untuk mengajar, kemudian di tengah jalan ia meninggal, maka sama saja ia dengan orang yang mati berjihad.

3 thoughts on “selamat hari guru

  1. TANDA JASA

    Song & Lyrics by: Yusuf Salmun a.k.a. chup@chupz

    Pernah ku merasakan buta
    tak dapat nikmati indah dunia
    Sempat ku tak mampu mendengar
    merdu suara pagi

    Kau terus mencoba dan terus mencoba
    Korbankan jiwa dan raga
    Kau tuntun aku hingga jadi yang terbaik
    Untuk semua

    Luasnya dunia tak seluas
    segala makna yang t’lah kau hamparkan
    Mungkin penamu kan mengering
    namun semangatmu terus mengiring

    Kau terus mencoba dan terus mencoba
    Tak kenal lelah atau luka
    Kau tuntun aku hingga jadi yang terbaik
    Untuk dunia

    “Terima kasih kuucapkan, maafkan aku atas seluruh khilafku.

    Nyawapun tak mampu menebus pengorbanan jiwamu.”

    Jakarta, March 2008

    *pamer dikit ah…trus kabur deh!! hehehe…dadah!*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s