religion

12 Rabiul Awal 1430 H/9 Maret 2009

“Tiadalah Kami mengutus engkau (wahai Muhammad) melainkan untuk menjadi Rahmat bagi sekalian alam.” (QS. al- Anbiya : 107)

Dalam mengemban misi dakwahnya, umat Islam percaya bahwa Muhammad diutus Allah untuk menjadi Nabi bagi seluruh umat manusia, sedangkan nabi dan rasul sebelumnya hanya diutus untuk umatnya masing-masing seperti halnya Nabi Musa yang diutus Allah kepada kaum Bani Israil.

Tepat tanggal 12 Rabiul Awal diperingati sebagai hari kelahiran Nabi Muhammad (teladan sejati umat Islam) atau juga disebut Maulid Nabi. Mungkin kalo disini  diceritain mengenai perjalanan hidup dan segala peristiwa sejarah mengenai baginda Rasulullah, saya yakin sudah khatam bolak balik ceritanya. Secara subtansi, peringatan ini adalah ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Rasulullah Muhammad SAW.

Muhammad, dalam bahasa Arab berarti “dia yang terpuji”

Telah berkata Sayidina Abu Bakar As Siddiq ra Barangsiapa membelanjakan satu dirham atas membaca Maulidin Nabi SAW, adalah dia sahabatku di dalam Syurga.”

Al Imam Asy Syafie Rahimahullahu Taala menyatakan, Barangsiapa berkumpul kerana majlis Maulidin Nabi SAW dengan mendatangkan makanan dan menyediakan tempat serta membuat baik maka jadilah sebagai sebab bacaan itu, Allah SWT membangkitkannya pada hari kiamat kelak berserta para siddiqin dan syuhada, para solehin dan adalah dia di dalam syurga An Na’im.”

Wolfgang van Goethe, seorang penyair Jerman abad 18 begitu tinggi menjunjung sosok nabi Muhammad. Ia menganggap Rasulullah sebagai seorang promotor revolusi sosial yang membawa nilai keadilan dan persaudaraan. Bahkan ketika Rasulullah mengajarkan Al-Quran, Goethe dengan lantang mengakui, “kitab ini akan tetap mendapat tempat melampaui seluruh massa dan mempunyai pengaruh yang kuat.”

Pada tahun 1771 dan tahun 1772, ia berinteraksi langsung dengan Al-Quran dan mulai fasih berbicara dengan Islam dan nabi Muhammad. Sebagian pemikir Jerman menganggap Goethe benar-benar masuk Islam, karena tulisannya yang banyak memuja Muhammad, pembawa risalah Islam. ia seakan tak pernah merasa puas dalam menyebutkan keagungan dan kekuatan pribadi Muhammad dalam karya-karyanya. Bahkan di saat orang-orang menuduh bahwa Muhammad adalah penipu dan tukang sihir, Goethe dengan lantang menyatakan bahwa “Bagaimana pun saya tidak akan pernah mampu melihat bahwa Muhammad seorang penipu.”

Sementara itu, Michael H. Hart pada tahun 1978 menerbitkan buku berjudul 100 Tokoh Paling Berpengaruh Dalam Sejarah. Yang menduduki urutan nomor satu, orang yang paling berpengaruh adalah Muhammad, Pendiri Islam, Penguasa Arabia. Pada tahun 1992, buku ini dicetak kembali dengan beberapa revisi terhadap urutannya. Diantaranya ada yang diturunkan urutannya yaitu tokoh komunis seperti Lenin dan Joseph Stalin, kemudian dikenalkan Mikhail S. Gorbachev. Edisi ini juga memuat Edward de Vere menggantikan William Shakespeare. Henry Ford juga dimasukkan, menggantikan Pablo Picasso. Nabi Muhammad, sampai saat ini masih tetap pada urutan pertama, diakui sebagai orang yang membawa pengaruh paling besar dalam sejarah hidup manusia. Kedudukan dan kemuliaannya tidak tergantikan oleh siapapun.


www.riskaonline.org

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s