Uncategorized

kekuatan kata-kata

Saya percaya kekuatan kata-kata. Apalagi buat seorang ibu. Karena doa seorang ibu langsung menembus langit loh…sebagai seorang ibu, saya harus jadi trainer nomor satu buat anak. Mendoakan sepanjang massa, mensupport tanpa mengenal lelah, mengajari segala hal, mengingatkan kebaikan setiap waktu.

Dari anak2 masih bayi, saya selalu bicara dengan mereka selayak nya mereka udah dewasa. Tentunya dengan bahasa mereka ya…saya selalu mengatakan hal yang sebenarnya dan sejujurnya. Saya bonding mereka dengan kata2. Selain ngobrol, saya juga setiap hari membacakan buku cerita.

Pembicaraan saya yang intens dengan kakak nya sewaktu kakak nya harus lepas dot. Faqih terlanjur minum susu pake dot. Dikarenakan pengetahuan bunda nya yang masih terbatas sebagai ibu baru waktu itu. Juga karna tandem nursing. Ya…jadi Faqih umur 7 bulan, udah ada adek nya di perut bunda. Jadi Faqih yang minum nya banyak waktu itu butuh tambahan selain nenen. Semakin kesini saya sadar kalo dot ga baik buat kesehatan gigi anak. Apalagi Faqih kan sebelum tidur minum susu dulu. Setelah susu abis, Faqih udah tidur tidak sempat minum dan gosok gigi dulu. Jadi nya gigi depan atas nya karies karena sisa susu yang menempel di gigi semalaman.

Saya menjelaskan ke Faqih, kalo minum susu pake dot sebelum tidur itu bikin gigi rusak. Lalu kita liat gigi Faqih di kaca bareng2. Tuh…nanti kalo kakak masih minum susu pake dot gigi nya tambah rusak. Setelah Faqih tahu sebab-akibat minum susu pake dot, saya kasih pilihan untuk Faqih masih bisa minum susu pake gelas atau sedotan sebelum tidur. Saya ajak Faqih untuk membuang semua dot nya bersama. Sehingga Faqih tau kalo dot nya sudah tidak ada. Malam nya, sengaja saya membuat susu di gelas untuk sekeluarga: saya, buya nya, dan adik nya. Kalo Farouq adik nya kan memang tidak mengenal dot sama sekali. Full ASI. Setelah minum susu bersama, saya terus mengingatkan Faqih habis ini minum air putih, gosok gigi, lalu tidur di kamar tapi tidak minum susu pake dot lagi. Awal nya Faqih tetap mencari susu di dot. Lalu saya dan buya nya berulang kali menjelaskan akibat pake dot. Saya berganti peran dari menjadi trainer, penyuluh, sampai jadi perayu ulung. Saya memuji-muji kalo Faqih itu anak hebat, pinter, ganteng, juara, hebat pokok nya segala macam lah yang bagus2 (gapapa kan ya anak sendiri…kalo bukan emak nya yang muji siapa lagi? )
Jangan dikira ini pekerjaan yang mudah. Dibutuhkan kesabaran dan konsistensi yang tinggi. Dimana anak ga tidur2 karna nyariin susu, dan kita juga dalam keadaan capek dan sangat mengantuk.dengan kekuatan kata-kata itu akhirnya setelah semingguan Faqih sudah terbentuk pola nya dengan minum susu di gelas, minum air putih, gosok gigi, cuci kaki dan tangan, lalu tidur, Alhamdulillah. Beneran, ini emak nya harus banyak ngomong tentang sebab-akibat dan kesepakatan di awal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s