Qurban Terbaik

Posted in religion on November 22, 2009 by anurannisa

Seiring mendekati Idul Adha,saya selalu teringat kisah Khalifah Umar bin Khatab ra yang memiliki seekor unta istimewa yang sangat mahal harganya. Unta tersebut besar dan kuat. Pantas menjadi hewan kesayangan Umar. Lalu, beliau bertanya kepada Rasulullah SAW: “manakah yang lebih baik, ku jual unta itu dan membeli sepuluh ekor unta biasa untuk kurban, atau unta istimewa itu saja yang kukurbankan?” Rasulullah menjawab:  “kurbankanunta istimewa kesayanganmu itu!” secara logika tentu saja daging sepuluh unta lebih banyak daripada daging seekor unta istimewa apapun. Namun, sesuatu yang sangat istimewa bagi kita juga melebihi apapun. Nah, nilai pengorbanan untuk Allah itulah yang paling tinggi derajatnya. Rela berkorban dengan menyerahkan yang paling kita sayang lebih tinggi nilainya dalam pandangan Allah.

Allahumma Shalli’ ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad kama Shalli ‘ala Ibrahim wa ‘ala ali Ibrahim

Tentu ada sebab mengapa seluruh umat Islam dalam setiap sholatnya diharuskan membaca shalawat kepada Muhammad SAW disandingkan dengan Nabiyallah Ibrahim as. Ya, beliau memang sangat Istimewa. Perjalanan nabi Ibrahim menemukan Allah azza wa jalla melalui proses berliku yang sangat panjang. Perjalanan itu berujung pada sikap tidak tergoyahkan yang menempatkannya pada posisi yang istimewa juga. Ibrahim mempunyai keyakinan kepada Allah yang sangat tinggi.

Contohnya, dalam kisah ketika Ibrahim menentang Raja Namrud. Padahal kekuatan keduanya sangat tidak sebanding. Suatu ketika mereka berdua sepakat berjanji bertemua pada tempat dan waktu yang telah ditentukan. Ibrahim datang seorang diri. Sedangkan raja Namrud disertai pasukan lengkap. “Mana tuhanmu? Mengapa engkau datang seorang diri?” ejek Namrud. Sapaan ga sopan itu dibalas Allah dengan mengirim segerombolan nyamuk besar. Serangan mendadak tersebut mengacaukan konsentrasi pasukan Namrud. Dengungan dan sengatannya tak henti menyeranga mereka. Mengganggu pendengaran danpenglihatan semua. Pasukan Namrud yang bersenjata lengkap dan berpakaian perang tidak  mampu mengusir para prajurit Allah tersebut. Namrud dan pasukan lari tunggang langgang dipermalukan oleh nyamuk sebelum akhirnya menemui ajal.

Tidak hanya sampai disitu, Ibrahim kembali diuji keyakinannya oleh Allah. Allah memerintahkan Ibrahim menyembelih anak tersayangnya, Ismail as. Dalam pandangan kita sebagai manusia, tentu tidak dapat menerimanya. Bagaimana mungkin Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, Allah yang melarang membunuh tanpa haq, malah memerintahkan pembunuhan oleh ayahnya kepada sang anak. Seperti yang kita tahu, kisah selanjutnya, sehingga pelaksanaan Qurban berlangsung setiap tahun sampai sekarang.

The conclusion is Ikhlas. Allah tidak butuh nyawa, darah, atau daging Ismail as. Dia sekedar menguji keimanan dan keyakinan Ibrahim terhadap-Nya. Tidak ada pilihan lain kepada kita selai sami’na wa atho’na (saya mendengar lalu saya kerjakan). Esensi kurban bukanlah menyembelih hewan setahun sekali. Melainkan ketaatan penuh terhadap seluruh perintah Allah. Berikan kepada-Nya yang terbaik. Sebab, sesungguhnya Sang maha Pemilik tidak membutuhkan apapun dari kita. Kita lah yang selalu membutuhkan-Nya. Allah berfirman:

La yanalullahu luhumuha wala dima uha, wa lakin yanaluhu taqwa minkum

“dan tidaklah sampai kepada Ku daging dan darahnya, sesungguhnya yang sampai kepadaKu adalah ketaqwaan kalian KepadaKu.”

Posted in Uncategorized on November 14, 2009 by anurannisa

“Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari kelahiranku, hari wafatku, dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali”(QS.19:33)



Beji Permai, 14 Nopember 1985-2009

Bukan Perempuan dalam Islam

Posted in mind n soul on November 14, 2009 by anurannisa

Swara adalah ketentuan adat dimana anak perempuan diserahkan sebagai pengantin. Dia menjadi tebusan atas kejahatan pembunuhan yang dilakukan oleh salah seorang anggota keluarganya yang laki2. Pengantin swara itu diserahkan kepada pihak keluarga yang anggotanya terbunuh. Tradisi ini sering dilakukan oleh suku Pashtun di Peshawar, Pakistan.

Surat kabar Khaleej Times memberitakan mengenai kasus swara, seorang bocah perempuan bernama Afhseen berusia 9 tahun dinikahkan dengan laki-laki yang berumur 4x lebih tua darinya. Afheen di-swarakan karena ayahnya telah melakukan pembunuhan. Pada usia 19 tahun, Afhseen telah menjanda. Tapi itu belum menjadi akhir dari segalanya.salah seorang paman menyuruhnya meniah swara lagi dengan kakak ipar laki2nya. Demi menebus kesalahan anggota keluarga laki2nya yang lain.

Read more »

Asal Gusur

Posted in Daily on November 14, 2009 by anurannisa

Kemarin dulu salah seorang temen saya yang bernama Cira mengadu kalo rumahnya terkena peringatan untuk digusur. Wilayah tempat tinggalnya yang di Grogol, Jakarta barat memang rawan penggusuran. Dalam bayangan saya, rumahnya yang belum lama saya datangi untuk bersilaturahmi akan luluh rata dengan tanah. Sebab itu, saya bertanya: “terus nanti rencananya mau tinggal dimana?” dia menjawab: “ya tetep seh masih dirumah itu, soalnya yang digusur cuma sebagian doang.” oohh…paham saya bagian rumahnya yang hilang nantinya hanya depan atau belakangnya saja. Sehingga saya tidak bertanya lebih lanjut. Toh dia aman, huniannya masih dapat dipergunakan.

Selang beberapa waktu, dia kembali melapor bahwa rumahnya sudah digusur. “main yuk, sekalian liat rumahku yang baru digusur.” katanya. Ok, kita ramai2 mengunjungi. Alamak, betapa kagetnya kita, ternyata rumahnya yang digusur bagian tengahnya.

Begini, idealnya sebuah rumah terdiri dari ruang depan atau ruang tamu, ruang tengah atau ruang makan, dan ruang belakang atau dapur, beserta kamar tidur dan kamar mandi. Nah, berhubung rumah teman saya yang di bagian tengah atau ruang makan di bawah lantainya ada kali, maka hanya bagian itu yang harus di gusur. Jadi, keadaan rumah teman saya itu pertama masuk teras, ruang tamu, lalu kalo kebelakang lagi kita akan menemukan kali yang ada jembatannya, setelah itu baru dapur dan kamar mandi. Kalo mo ke dapur, berarti harus meniti jembatan dulu. Rumah2 yang sederet dengan rumah Cira juga sama keadaannya. Poko’nya bangunan yang diatasnya kali harus digusur, apapun itu keadaannya.

Karena belum dirapihkan, kita bisa melihat dapur tetangga hehe…ada2 aja Jakarta.

S6302047

beginilah keadaan rumah teman saya itu...

100_3390

AWAS PENCULIKAN ANAK MARAK KEMBALI

Posted in children on November 14, 2009 by anurannisa

image001

belum lama tersiar kabar, seorang Ibu yang baru melahirkan kehilangan bayinya di RS. ketika itu, waktu untuk memandikan bayi. seperti biasa si bayi di bawa oleh suster untuk dibersihkan, untuk kemudian di kasih ke ibunya untuk di kasih ASI. tunggu punya tunggu si bayi tidak di berikan ke ibunya yang sudah lama menunggu. ternyata si bayi raib!

dan yang lebih menyakitkan, pihak RS hanya bilang itu sebuah “Musibah” niy saya kutip pernyataan RS dari tabloid Nova: “Namanya saja musibah, kita tidak tahu kapan akan terjadi. namanya RS kan pelayanan publik, kami harus positive thinking pada pengunjung (seorang wanita mengaku tantenya dan membawa si bayi pergi). kami beranggapan, pengunjung yang datang ke RS adalah orang baik. bla…bla…”

positive thinking? itu seh teledor namanya…

image003

Menjadi Orang Yang Tidak Pernah Mati

Posted in Literasi on November 14, 2009 by anurannisa

ada sebuah cerita tentang seorang anak muda yang giat belajar dan berusaha keras untuk menjadi penulis terkenal. ketika ditanya apa yang dia maksud dengan penulis “terkenal” dia menjawab: “saya ingin tulisan saya dibaca oleh orang di seluruh dunia. orang yang membaca tulisan saya bisa terpengaruh emosi dan perasaannya, mereka akan menangis, sedih, atau marah.” cita-cita anak muda itu tercapai, sekarang dia bekerja pada perusahaan Microsoft sebagai penulis pesan “ERROR”

writing

Menulis adalah kebutuhan hasrat dan bukan sebuah pekerjaan untuk mencari masa depan, sepakatkah? Pekerjaan menulis sampai saat ini masih dianggap terlalu eksklusive bagi banyak orang. Padahal siapapun orangnya dan apapun pekerjaannya dapat menjadi penulis. Malah, ada beberapa Guru sekolah yang giat sekali menulis untuk beberapa media, karena seperti yang dikatakannya, penghasilan dari satu saja tulisan yang dimuat hampir setara dengan pendapatannya selama sebulan mengajar. Semua elemen profesi, baik itu politikus, artis, praktisi di berbagai bidang, sampai ibu rumah tangga dapat menjadi penulis.

Read more »

Ayo Nulis lagi!

Posted in Literasi on November 14, 2009 by anurannisa

Dalam buku “Etika Kesarjanaan Muslim” karya Franz Rosenthal (yang pernah saya baca dalam tulisan Chandra Kurniawan) kita tentu mengenal Imam Malik, salah seorang imam mazhab. tetapi sedikit dari kita mengenal Imam Laits bin Sa’d. padahal menurut Imam Syafi’i, Imam Laits lebih faqih ketimbang Imam Malik. tapi, kenapa Imam Malik lebih populer daripada Imam Laits?

Jawabannya adalah, Imam Malik telah menulis buku, yaitu kitab al-Muwatha. sedangkan Imam Laits, tidak. pemikiranya mati bersama kematian beliau.

Read more »

Kalabendu dan Kalatida

Posted in fiction on November 1, 2009 by anurannisa

sebagai bahan perenungan…

Penyair besar Ronggowarsito, di pertengahan abad 19, menggambarkan
zaman pancaroba sebagai “Kalatida” dan “Kalabendu”.
r
Zaman “Kalatida” adalah zaman ketika akal sehat diremehkan. Perbedaan
antara benar dan salah, baik dan buruk, adil dan tak adil, tidak
digubris. Krisis moral adalah buah dari krisis akal sehat. Kekuasaan
korupsi merata dan merajalela karena erosi tata nilai terjadi di
lapisan atas dan bawah.

Zaman “Kalabendu” adalah zaman yang mantap stabilitasnya, tetapi alat
stabilitas itu adalah penindasan. Ketidakadilan malah didewakan.
Ulama-ulama menghianati kitab suci. Penguasa lalim tak bisa ditegur.
Korupsi dilindungi. Kemewahan dipamerkan di samping jeritan kaum
miskin dan tertindas. Penjahat dipahlawankan, orang jujur ditertawakan
dan disingkirkan.

Read more »

Identitas Bahasa

Posted in mind n soul on October 30, 2009 by anurannisa

Bahasa menunjukan bangsa

Masih inget dialog Cinta Laura pada satu sinetronnya: “mana ujan, enggak ada ojek…” yang malah ditambahin ”becek!” dengan logat khasnya. Sehari-harinya, artis ini terbiasa berbicara memakai bahasa sono, terkadang campur aduk dengan bahasa Indonesia juga.

Semangat ber-Inggris ria sekarang melanda luas di berbagai kalangan. Percakapan sehari-hari di kalangan pekerja kantoran, tak jarang menyelipkan istilah Inggris, seperti: Meeting, Outing, dll. Bukan hal yang langka lagi menemukan orang berdialog dengan bahasa gado-gado seperti itu, entah di Mall, kantor, bahkan teman2 terdekat kita. Seperti yang saya lihat, seorang Ibu berwajah oriental asyik bercerita melalui ponselnya menggunakan bahasa Inggris-Indonesia, ketika kita sedang sama2 menunggu antrian di tempat praktek dokter gigi. Untungnya, bahasa Inggrisnya fasih dengan grammar yang tepat. Lucunya, ada satu pasien di Rumah Bersalin Puskesmas-yang letaknya di ndeso-saya bekerja, sedang berusaha untuk melahirkan. Sepanjang proses kelahiran bayinya, sang ibu tidak berhenti berteriak: “don’t hurt me…don’t hurt me” jiah….taunya cuma don’t hurt me doang kale! (lagian syapa yang nyakitin, lah mang melahirkan itu sakit dudul…).

Menurut cerita mantan pemred saya Pak Iwan (dulu waktu masih kerja di media) di blog nya:

Read more »

Tradisi bermaafan sebelum dan sesudah lebaran

Posted in religion on October 30, 2009 by anurannisa

Wallahua’lam belum ditemukan nash hadits yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW memerintahkan atau mencontohkan kita untuk saling bermaafan, khususnya saat menjelang masuknya bulan Ramadhan. Entahlah, tentu kalau ada dan shahih serta eksplisit redaksinya, kita pun wajib untuk melakukannya.

Read more »